Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit Terkendala di Eropa, Tetap Lanjutkan Cataclysmic Summer Tour 2026

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit Terkendala di Eropa, Tetap Lanjutkan Cataclysmic Summer Tour 2026

Kabar terbaru dari tur eropa Jasad, DeadSquad & Death Vomit. (Foto: dok/deadsquad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tiga band ekstrem asal Indonesia, Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit, tengah menghadapi kendala dalam rangkaian 'Cataclysmic Summer Tour 2026' di Eropa.

Setelah agenda mereka di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, batal akibat persoalan dengan promotor Diablo Productions, ketiga band kini berupaya memastikan perjalanan tur tetap berlanjut sesuai rencana.

Masalah tersebut bermula dari sejumlah tanggung jawab promotor yang disebut tidak terpenuhi. Persoalan itu mencakup akomodasi, transportasi, hingga venue pertunjukan.

Kondisi tersebut membuat rombongan yang terdiri dari 16 personel dan kru sempat terlantar di Dublin, Irlandia. Mereka menghadapi ketidakpastian mengenai tempat menginap maupun kelanjutan perjalanan menuju agenda berikutnya.

Situasi semakin rumit setelah diketahui bahwa venue untuk agenda di London belum dipesan oleh promotor.

Dengan kondisi tersebut, para personel dan kru harus mencari jalan keluar secara mandiri agar rangkaian tur yang telah direncanakan tidak berhenti begitu saja.

Baca juga:

Feral Wound Lepas EP 'Chase Death', Ledakan Death Metal-Punk Brutal Tanpa Kompromi

Warga Diaspora Indonesia Buka Rumah untuk 16 Orang

Di tengah situasi tersebut, bantuan datang dari Ailsa Dempsey, warga diaspora Indonesia yang menetap di Irlandia.

Melalui unggahannya di X, Ailsa diketahui membuka rumahnya untuk menampung 16 orang yang terdiri dari personel dan kru Jasad, DeadSquad, serta Death Vomit selama mereka berada di Irlandia.

Ailsa juga berinisiatif membuka penggalangan dana melalui GoFundMe pada 17 Agustus 2026.

Penggalangan dana bertajuk 'Help DeadSquad, Jasad & Death Vomit Reach Eindhoven' tersebut ditujukan untuk membantu ketiga band melanjutkan perjalanan menuju Eindhoven, Belanda.

Eindhoven menjadi salah satu tujuan penting dalam perjalanan mereka karena ketiga band dijadwalkan tampil di kota tersebut pada 20 Agustus 2026.

Dalam keterangannya, Ailsa menjelaskan kondisi yang sedang dihadapi rombongan tersebut.

Tiga band extreme metal asal Indonesia—DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit—saat ini terdampar di Irlandia setelah promotor tur mereka, Diablo Productions, gagal memenuhi kesepakatan terkait akomodasi, transportasi, dan venue yang sebelumnya telah dijanjikan dalam kontrak,

Warga Diaspora Indonesia di Irlandia, Ailsa Dempsey.

Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit Tetap Lanjut Tur

Meski sempat terkendala di Irlandia dan harus membatalkan sejumlah agenda, ketiga band memastikan perjalanan tur Eropa mereka belum berakhir.

Bassist Jasad, Yuli, menyampaikan bahwa mereka tetap berencana melanjutkan pertunjukan di negara-negara Eropa lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“InsyaAllah besok mulai tour di Eropa sampai tanggal 5 September,” tegas Yuli dikutip dari Medcom.

Perjalanan menuju agenda berikutnya menjadi fokus utama rombongan saat ini.

Mereka dijadwalkan bertolak dari Irlandia menuju Belanda untuk mempersiapkan penampilan pada 20 Agustus mendatang.

Baca juga:

Moda Moody Siap Tur ke Indonesia, Rayakan Setahun Mini Album 'Rekam Jejak'

Tur Eropa Berlanjut hingga 5 September

Persoalan yang terjadi di Irlandia dan Inggris juga disebut tidak berdampak langsung terhadap seluruh rangkaian tur.

Ketiga band diketahui menggunakan jasa promotor yang berbeda untuk pertunjukan di sejumlah negara Eropa lainnya. Dengan demikian, agenda setelah Inggris dan Irlandia tetap diupayakan berjalan sesuai jadwal.

Setelah tampil di Belanda, Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit masih memiliki rangkaian pertunjukan di beberapa negara Eropa.

Tur 'Cataclysmic Summer Tour 2026' dijadwalkan berlanjut ke Jerman, Belgia, Austria, hingga Swiss, dengan rangkaian perjalanan berlangsung hingga 5 September 2026.

Di tengah persoalan yang muncul, keberlangsungan tur kini menjadi perhatian utama.

Setelah menghadapi kendala akomodasi dan venue di Irlandia serta Inggris, ketiga band ekstrem tersebut tengah berusaha mencapai Eindhoven dan menjaga agar perjalanan panjang mereka di Eropa tetap berjalan. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Jasmine Yen Tampil Misterius di 'SWEAT', Single yang Bawa Pendengar ke Sisi Gelap
Jasmine Yen membuka era baru lewat single dark pop 'SWEAT' yang mengeksplorasi hasrat, obsesi, dan sensasi kehilangan kendali.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Jasmine Yen Tampil Misterius di 'SWEAT', Single yang Bawa Pendengar ke Sisi Gelap
ShowBiz
Ade Govinda Gandeng Dinda Kirana dan Theo Supple untuk Hidupkan Kisah 'Timpang'
Dinda Kirana dan Theo Supple menjadi pasangan suami istri dalam video klip 'Timpang' Ade Govinda yang mengangkat kisah kehilangan, trauma, dan penyesalan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Ade Govinda Gandeng Dinda Kirana dan Theo Supple untuk Hidupkan Kisah 'Timpang'
ShowBiz
Aziz Hedra Kembali dengan 'Backseat', Lagu Personal tentang Proses Pendewasaan
Aziz Hedra merilis single 'Backseat' yang mengangkat cerita personal tentang pendewasaan, kehidupan sebagai perantau, dan mimpi masa kecil.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Aziz Hedra Kembali dengan 'Backseat', Lagu Personal tentang Proses Pendewasaan
ShowBiz
'Never Gonna Give You Up' Rick Astley Kembali Viral, Ini Makna di Balik Lagunya
'Never Gonna Give You Up' Rick Astley kembali viral. Lagu ini mengusung pesan tentang komitmen, kesetiaan, dan janji untuk tetap bertahan dalam sebuah hubungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
'Never Gonna Give You Up' Rick Astley Kembali Viral, Ini Makna di Balik Lagunya
ShowBiz
Barasuara Rilis 'Api & Mimpi', Ada Pesan Perjuangan di Balik OST Film 'GJLS: Berapi-Api'
Barasuara merilis 'Api & Mimpi' pada 1 Oktober 2026 sebagai OST film GJLS: Berapi-Api. Lagu ini membawa pesan perjuangan dan keberanian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Barasuara Rilis 'Api & Mimpi', Ada Pesan Perjuangan di Balik OST Film 'GJLS: Berapi-Api'
ShowBiz
Meiska Hadirkan Versi Baru 'Aku Cuma Punya Hati', Simak Lagi Lirik Lagunya
Meiska menghadirkan versi baru 'Aku Cuma Punya Hati' yang dipopulerkan Mytha Lestari. Proyek remake ini berawal dari permintaan penonton.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Meiska Hadirkan Versi Baru 'Aku Cuma Punya Hati', Simak Lagi Lirik Lagunya
ShowBiz
Menguak Makna Rahasia Lirik Joan of Arc di Dalam Cermin Lagu Ikonik JKT48
Menguak makna lagu Joan of Arc di Dalam Cermin dalam setlist Pajama Drive JKT48. Kisahkan kebangkitan dari keterpurukan lewat koreografi bendera ikonik!
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Menguak Makna Rahasia Lirik Joan of Arc di Dalam Cermin Lagu Ikonik JKT48
Fun
Makna Album 'Blue.' Debut Gloria Jessica-Ade Govinda, 8 Tahun Membedah Galau
Peluncuran album "Blue." menandai babak baru perjalanan karier musik Gloria Jessica di kancah musik Tanah Air.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Makna Album 'Blue.' Debut Gloria Jessica-Ade Govinda, 8 Tahun Membedah Galau
ShowBiz
NODA Entertainment Punya Cara Berbeda Mengembangkan Kolaborasi Musik dan Talenta Independen
NODA Entertainment memperluas kolaborasi dengan musisi dan talenta independen Indonesia melalui berbagai proyek, termasuk Room Service.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 04 Oktober 2026
NODA Entertainment Punya Cara Berbeda Mengembangkan Kolaborasi Musik dan Talenta Independen
ShowBiz
TENHOLES Rilis Album SATYA, Merangkum Janji, Kehilangan, Perlawanan hingga Kemanusiaan
TENHOLES merilis album terbaru SATYA yang berisi delapan lagu tentang keluarga, janji, kehilangan, kehidupan kelas pekerja, perlawanan, dan kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
TENHOLES Rilis Album SATYA, Merangkum Janji, Kehilangan, Perlawanan hingga Kemanusiaan
Bagikan