MerahPutih.com - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, mendesak lembaga antirasuah membentuk tim khusus untuk memburu buronan kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR, Harun Masiku.
Desakan tersebut muncul setelah Ketua KPK Setyo Budiyanto mengakui bahwa penangkapan Harun Masiku hingga kini masih menjadi beban bagi pimpinan KPK.
"KPK harus lebih giat lagi, membentuk tim khusus menangkap keberadaan Harun Masiku," kata Yudi dalam keterangannya, Senin (3/8).
Baca juga:
KPK Ungkap Capaian Terbaru: 12 OTT, Puluhan Perkara, dan Aset Bernilai Ratusan Miliar
Yudi menilai KPK perlu menunjukkan langkah konkret agar pencarian Harun Masiku tidak berhenti di tengah jalan.
Menurutnya, penanganan perkara tersebut terlihat minim perkembangan setelah Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menerima amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.
Hasto sebelumnya pernah menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Harun Masiku terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Tolak Opsi Sidang In Absentia
Selain membentuk tim khusus, Yudi meminta KPK tidak memilih mekanisme sidang in absentia terhadap Harun Masiku.
Ia menilai langkah tersebut justru dapat menguntungkan buronan karena perkara bisa diputus tanpa kehadiran terdakwa.
Pasca Hasto mendapatkan amnesti KPK sudah tidak lagi bergerak mengembangkan kasus ini. KPK jangan mau cuci tangan melakukan sidang in absentia karena Harun Masiku masih ada di luar sana,
Mantan penyidik KPK,Yudi Purnomo Harahap.
Menurut Yudi, apabila persidangan dilakukan tanpa kehadiran Harun, buronan tersebut tetap dapat menghindari proses hukum.
Bahkan, kata dia, jika vonis yang dijatuhkan berat, Harun masih dapat menghilang. Sebaliknya, jika putusannya ringan, ia berpotensi kembali muncul.
"Harun Masiku masih menjadi kotak pandora dalam kasus ini," katanya.
Baca juga:
Dewas KPK Terima 14 Aduan Dugaan Pelanggaran Etik Sepanjang 2026, Dua Perkara Sudah Disidangkan
Ketua KPK Akui Harun Masiku Masih Jadi Beban
Sebelumnya, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengakui bahwa belum tertangkapnya Harun Masiku menjadi salah satu persoalan yang terus membebani pimpinan lembaga antirasuah.
DPO ya, HM (Harun Masiku) yang sampai sekarang itu masih menjadi beban bagi pimpinan. Meskipun kasusnya sudah cukup lama, sampai hari ini pimpinan masih kepikiran,
Ketua KPK, Setyo Budiyanto.
Setyo mengatakan publik selalu mempertanyakan perkembangan pencarian Harun Masiku setiap kali KPK menggelar konferensi pers.
Karena itu, ia berharap masyarakat turut memberikan dukungan agar proses pencarian terhadap Harun Masiku dapat segera membuahkan hasil sehingga perkara tersebut bisa dituntaskan. (Pon)

