Headline

Ekonomi Indonesia Dikuasai Asing? Ini Jawaban dan Data Faisal Basri

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 02 Oktober 2018
Ekonomi Indonesia Dikuasai Asing? Ini Jawaban dan Data Faisal Basri

Ekonom UI Faisal Basri (Foto Antara/Vitalis Yogi Trisna)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kaum oposan pemerintah kerap berteriak lantang perihal ekonomi Indonesia yang dikuasai asing. Hal itu berdasarkan masuknya penanaman modal asing yang hampir menguasai seluruh sektor perekonomian dalam negeri.

Benarkah ekonomi Indonesia dikuasai asing? Peneliti senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Faisal Basri menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak dikuasai asing karena penanaman modal langsung (foreign direct investment/FDI) Indonesia relatif kecil.

Hal itu disampaikan Faisal Basri yang juga ekonom itu dalam sebuah diskusi di Rumah Cemara, Jakarta. Fasial menjelaskan prosentase rata-rata penanaman modal asing di Indonesia hanya sekitar lima persen dari keseluruhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Ekonom Faisal Basri
Pengamat Ekonomi Faisal Basri (kanan) menjadi pembicara pada diskusi dengan tema "Energi Kita" di Jakarta, Minggu (17/5). (antara foto)

"Indonesia peranan asingnya dalam PMTB secara rata-rata tidak pernah lebih dari enam persen. Bandingkan dengan Malaysia yang selalu dua digit," ujar Faisal Basri di Jakarta, Selasa (2/10).

Menurut data Laporan Investasi Dunia UNCTAD, persentase rata-rata penanaman modal asing langsung di Indonesia terhadap total PMTB pada kurun 2005-2016 berkisar antara 5,6 persen dan 5,7 persen.

"Angka tersebut kecil sekali. PMTB merupakan investasi asing dalam bentuk fisik, misalnya dalam bentuk bangunan atau pabrik," ujar Faisal yang juga dosen ekonomi Universitas Indonesia itu.

Faisal sebagaimana dilansir Antara menjelaskan bahwa persentase rata-rata FDI terhadap PMTB di Indonesia dalam kurun 2000-2004 bahkan sempat minus 3,3 persen.

Hal tersebut berarti perusahaan asing yang berada di Indonesia memindahkan sebagian fasilitas produksinya ke negara lain.

Data UNCTAD juga menunjukkan persentase rata-rata FDI Malaysia terhadap total PMTB berkisar antara 13,6 persen dan 14 persen pada kurun 2005-2016 dan Vietnam antara 20,4 persen dan 23,2 persen untuk periode yang sama.

"Jadi jauh api dari panggang kalau Indonesia dinilai dikuasai oleh asing. Bahwa peranannya meningkat, itu benar," pungkas Faisal Basri.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Galang Dana untuk Korban Gempa Sulteng, Para Mahasiswa di Jayapura Turun ke Jalan

#Faisal Basri #Penanaman Modal Asing (PMA) #Pemerataan Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Optimisme itu muncul karena sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan performa positif.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Berita
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, DPR Soroti Dominasi Belanja Pemerintah
Komisi XI DPR RI memberikan apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang naik 5,61 persen.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, DPR Soroti Dominasi Belanja Pemerintah
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja usaha, terutama bagi sektor yang bergantung pada bahan baku impor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Berkat MBG, Kenaikan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen di Tengah Konflik Global
Beredar informasi yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus angka 8 persen di tengah konflik global.
Frengky Aruan - Minggu, 26 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Berkat MBG, Kenaikan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen di Tengah Konflik Global
Indonesia
Menkeu Akui Indonesia dalam Mode Survival, Bukan Business as Usual
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan Indonesia dalam kondisi survival mode, bukan business as usual
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Menkeu Akui Indonesia dalam Mode Survival, Bukan Business as Usual
Indonesia
Di Forum IMF-World Bank, Menkeu Sebut Indonesia Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Transformasi tersebut didorong melalui tiga pilar utama, yakni investasi, industrialisasi, dan produktivitas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Di Forum IMF-World Bank, Menkeu Sebut Indonesia Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Indonesia
Prabowo Perintahkan Menteri Bersikap Realistis Kelola Ekonomi dan Kekakayaan Negara
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Menko Perekonomian Airlangga bersama timnya serta menteri-menteri telah bekerja keras pada tahun pertama pemerintahan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Februari 2026
Prabowo Perintahkan Menteri Bersikap Realistis Kelola Ekonomi dan Kekakayaan Negara
Indonesia
Airlangga Yakinkan Ekonomi Indonesia Lepas Landas Menuju 8 Persen
Pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditargetkan berada pada kisaran 5,4-5,6 persen dengan fokus pada sektor pertanian, manufaktur, digital, dan energi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Februari 2026
Airlangga Yakinkan Ekonomi Indonesia Lepas Landas Menuju 8 Persen
Indonesia
Prabowo Sebut Keraguan terhadap Ekonomi Indonesia Turunkan Moral Bangsa
Presiden Prabowo menyatakan ekonomi Indonesia akan bangkit di tengah tantangan global. Sebut konsumsi rumah tangga, penerimaan pajak, dan kinerja BUMN menunjukkan tren positif.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Februari 2026
Prabowo Sebut Keraguan terhadap Ekonomi Indonesia Turunkan Moral Bangsa
Indonesia
Porsi Pekerja Berpendidikan Tinggi di Jakarta Masih Relatif Terbatas
Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memantau dan mengimplementasikan strategi yang mendukung pertumbuhan inklusif
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 08 Februari 2026
Porsi Pekerja Berpendidikan Tinggi di Jakarta Masih Relatif Terbatas
Bagikan