Efek Risiko dari Penyakit Vertigo

Frengky AruanFrengky Aruan - Minggu, 13 Oktober 2024
Efek Risiko dari Penyakit Vertigo

Ilustrasi vertigo. (Pexel/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Vertigo adalah sensasi kehilangan keseimbangan. Jika mengalami vertigo rasanya bumi berputar atau dunia tidak punya keseimbangan.

Penyebab terjadinya vertigo menurut Webmd dipicu beberapa hal. Salah satunya kondisi kelainan penyakit, misalnya Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV).

Kondisi ini terjadi ketika partikel kalsium kecil (canalith) terlepas dari lokasi normalnya dan terkumpul di telinga bagian dalam.

Telinga bagian dalam mengirimkan sinyal ke otak tentang gerakan kepala dan tubuh yang relatif terhadap gravitasi.

Kemudian ada penyakit Meniere. Kondisi ini merupakan gangguan telinga bagian dalam yang diduga disebabkan oleh penumpukan cairan dan perubahan tekanan di telinga.

Baca juga:

Kenali Vertigo, Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Penyakit ini dapat menyebabkan episode vertigo disertai denging di telinga (tinnitus) dan gangguan pendengaran .

Lalu neuritis vestibular atau labirinitis. Sebuah Kondisi adanya masalah telinga bagian dalam yang biasanya terkait dengan infeksi (biasanya virus).

Infeksi ini menyebabkan peradangan di telinga bagian dalam di sekitar saraf yang penting untuk membantu tubuh merasakan keseimbangan.

Dilansir dari laman uhhospital.org, menyebutkan vertigo dapat memicu kondisi penyakit serius lainnya. Misalnya penderita mengalami vertigo sentral disebabkan adanya masalah pada otak, akibatnya bisa memicu timbulnya stroke, tumor otak, dan multiple sclerosis.

Gejalanya berkembang secara bertahap dan biasanya ringan tetapi konstan serta dapat meliputi ketidakstabilan gaya berjalan dan hilangnya koordinasi.

Jenis vertigo ini tidak dipengaruhi oleh posisi dan gerakan kepala dan paling sering didiagnosis dan ditangani oleh ahli saraf. (Tka)

#Vertigo #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan