Efek Negatif Kebanyakan Kolesterol Baik, Sudah Tahu?
Kuning telur, salah penyumbang kolesterol dalam darah. (Foto: Pixabay)
KOLESTEROL baik atau HDL dalam darah berguna sebagai pembersih pembuluh darah. Selama ini orang tahunya kadar HDL yang tinggi dalam darah bagus bagi kesehatan. Namun, hasil studi University of Copenhagen di Denmark justru menunjukkan bahwa kadar HDL yang berlebih tidak baik, bahkan berisiko memicu kematian.
Seperti dikutip dari Indian Express, pria-pria yang kadar kolesterol baiknya berlebih, tingkat mortalitas mereka bisa mencapai 106 persen lebih tinggi daripada kelompok normal. Sedangkan perempuan-perempuan berkadar kolesterol baik amat tinggi tingkat mortalitasnya 68 persen lebih besar ketimbang kelompok normal.
"Hasil ini secara radikal mengubah cara kita memahami kolesterol baik," ungkap Profesor di University of Copenhagen, Borge Nordestgaard.
Para dokter biasanya memberi selamat kepada pasien yang kadar HDL dalam darahnya tinggi. Ke depan, Nordestgaard menyarankan mereka tidak melakukan hal itu lebih lama lagi karena studi ini menunjukkan tingkat kematian yang lebih tinggi. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data 116 ribu orang.
Mereka mengamati para partisipan dalam waktu enam tahun. Hasil riset menunjukkan terjadi lebih dari 10.500 kematian. Sebaliknya, orang dengan kadar HDL amat rendah juga memiliki risiko kematian tinggi. Sementara orang-orang yang kadar HDL dalam darahnya normal, tingkat kematiannya paling rendah. Pada pria kadarnya 1,9 mmol/L dan perempuan 2,4 mmol/L.
"Tampaknya kita perlu menghapus fokus HDL sebagai indikator kesehatan penting dalam penelitian di rumah sakit dan dokter umum," pungkas Nordestgaard. (*)
Simak juga artikel lain mengenai kolesterol di sini: Konsumsi Buah Ini Untuk Menurunkan Kolesterol.
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya