Edhy Prabowo: KPK Itu Bukan Dewa, Manusia Seperti Kita

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 07 Oktober 2015
Edhy Prabowo: KPK Itu Bukan Dewa, Manusia Seperti Kita

Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat Komisi IV DPR menggelar raker bersama KKP. (Foto: Twitter/Edhy_Prabowo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyetujui produk hukum termasu RUU KPK jika hal tersebut memperkuat keberadaan KPK. Seperti instruksi Ketua Umum Prabowo Subianto bahwa penguatan KPK jadi prioritas.

Politisi Gerindra Edhy Prabowo mengaku belum sempat melihat usulan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, ia mengatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sudah menegaskan akan mendukung produk hukum yang bertujuan untuk menguatkan KPK.

Seperti diketahui, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tersebut masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015-2019. Sebelumnya, RUU KPK tersebut sudah dihapuskan DPR dari daftar Prolegnas pada 2013.

"Prabowo selalu tegas untuk upaya dalam rangka penguatan KPK jadi prioritas," kata Edhy, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/10).

Edhy enggan menjawab mengenai topik inti yang diperbincangkan, seperti pembatasan pembatasan masa kerja KPK selama 12 tahun dan diperbolehkannya mengeluarkan SP3.

"Aduh itu detil sekali, saya lihat lagi kalau detilnya," ucap Edhy.

Kendati demikian, Edhy menyebut salah satu upaya penguatan KPK adalah izin penyadapan dari pengadilan. Menurutnya, asas praduga tak bersalah musti diterapkan dalam hal ini.

"KPK itu bukan dewa, manusia seperti kita, punya nafsu. Sehingga perlu cek and balance. Apa salahnya (minta izin) kalau (KPK) benar masak distop," kata Edhy.

Dalam RUU KPK pasal 14 ayat 1 huruf a menyebutkan, bahwa untuk melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup dengan izin dari ketua pengadilan negeri. (mad)

 

Baca Juga:

  1. Sukamta: Jokowi Buang Badan Soal RUU KPK
  2. Berikut Poin-poin Penolakan KPK terhadap RUU KPK
  3. Pimpinan KPK Tolak Revisi Undang-Undang KPK
  4. ICJR: DPR Bajak Kewenangan KPK Berantas Korupsi
  5. RUU Larangan Minuman Beralkohol Rampung 2016

 

#Gerindra #Rancangan Undang-Undang
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Ponakan Prabowo Kasih Bukti Keluar Gerindra Saat Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI
Thomas menjelaskan telah mengundurkan diri dari jabatan Bendahara Umum Gerindra sejak Maret 2025 dan resmi keluar dari partai per 31 Desember 2025
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Ponakan Prabowo Kasih Bukti Keluar Gerindra Saat Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI
Berita
Dasco Tegaskan Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI bukan Usul Prabowo
Pengajuan nama calon Deputi Gubernur BI sepenuhnya berasal dari Gubernur BI sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Januari 2026
Dasco Tegaskan Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI bukan Usul Prabowo
Indonesia
Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Sudah Tidak Pegang KTA Partai
Prasetyo Hadi menambahkan Thomas sudah tidak lagi memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra.
Wisnu Cipto - Rabu, 21 Januari 2026
Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Sudah Tidak Pegang KTA Partai
Indonesia
Thomas Djiwandono Dikabarkan Keluar dari Gerindra, Demi Posisi Deputi Gubernur BI
Semua calon yang diajukan melalui surat Presiden Prabowo Subianto ke DPR RI telah memenuhi semua persyaratan, termasuk melepas keanggotaan di partai politik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Januari 2026
Thomas Djiwandono Dikabarkan Keluar dari Gerindra, Demi Posisi Deputi Gubernur BI
Indonesia
Cegah Penyalahgunaan, Fraksi Gerindra DKI Dorong Pengawasan Ketat Obat Keras
Fraksi Gerindra DPRD DKI meminta Pemprov DKI melalui Dinkes memperketat izin penjualan obat keras seperti tramadol dan alprazolam guna mencegah penyalahgunaan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
Cegah Penyalahgunaan, Fraksi Gerindra DKI Dorong Pengawasan Ketat Obat Keras
Indonesia
Pengamat Ungkap Dampak Kepala Daerah Dipilih DPRD, hanya Partai Penguasa yang Bisa Tentukan Arah dan Picu Kompromi Politik
Mekanisme pemilihan melalui DPRD membuka peluang dominasi partai penguasa dalam menentukan calon kepala daerah tanpa melibatkan penyelenggara pemilu.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Pengamat Ungkap Dampak Kepala Daerah Dipilih DPRD, hanya Partai Penguasa yang Bisa Tentukan Arah dan Picu Kompromi Politik
Indonesia
Ikuti Jejak Golkar, Gerindra Usulkan Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD
Partai Gerindra mengikuti jejak Golkar, yakni mengusulkan kepala daerah dipilih oleh DPRD.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Ikuti Jejak Golkar, Gerindra Usulkan Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD
Indonesia
DPR Setujui Prolegnas Prioritas 2026: 6 RUU Jadi Fokus Legislasi
DPR RI resmi mengesahkan Prolegnas Prioritas 2026 dan perubahan kedua Prolegnas 2025–2029, termasuk enam RUU baru seperti KUHAP dan Patriot Bond.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Desember 2025
DPR Setujui Prolegnas Prioritas 2026: 6 RUU Jadi Fokus Legislasi
Indonesia
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Didepak Gerindra Buntut Umrah Viral di Tengah Bencana
Sugiono menjelaskan bahwa pemberhentian Mirwan dari struktur partai dilakukan setelah DPP Gerindra menerima laporan terperinci
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 06 Desember 2025
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Didepak Gerindra Buntut Umrah Viral di Tengah Bencana
Indonesia
Ketua DPC Solo Terang-terangan Tolak Rencana Budi Arie Mau Masuk Gerindra
“Kami tegaskan Solo sendiri juga sama (menolak), tidak begitu bisa menerima, Budi Arie Projo masuk Gerindra,” kata Ardianto
Wisnu Cipto - Selasa, 11 November 2025
Ketua DPC Solo Terang-terangan Tolak Rencana Budi Arie Mau Masuk Gerindra
Bagikan