Kesehatan

Durasi Penggunaan Gadget Bisa Picu Tantrum pada Anak

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 23 April 2024
Durasi Penggunaan Gadget Bisa Picu Tantrum pada Anak

Durasi paparan gadget picu tantrum pada anak. (Foto: Unsplash/Freestocks)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM – SEIRING dengan berjalannya waktu penggunaan gadget atau gawai kerap menjadi solusi untuk anak saat menghabiskan waktu senggang. Biasanya anak-anak akan memilih bermain gim atau sekadar menonton video kesukaannya lewat gadget yang diberikan.

Akan tetapi, tahukah kamu kalau penggunaan gadget ini bisa membuat anak menjadi lebih mudah tantrum? Anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial IDAI, DR dr I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A(K) menjelaskan penggunaan gadget dalam waktu lama dapat menimbulkan perilaku negatif pada anak seperti tantrum.

Baca juga:

Kelamaan Main Gawai Picu Anak jadi Tantrum

“Anak yang menonton atau mendapatkan paparan gadget lebih dari 20 menit, 66 persennya mengalami tempered tantrum. Penggunaan atau paparan gadget terlalu lama akan mengubah perilaku menjadi negatif,” kata dr Trisna dalam media diskusi virtual Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan topik tantrum, Selasa (23/4).

Lebih lanjut, Trisna mengatakan anak yang mengalami tantrum bisa disebabkan infeksi, gangguan tidur, merasa lelah, lapar, serta belum mempunyai keterampilan untuk menanggulangi perasaannya sendiri.

IDAI
Durasi penggunaan gadget perlu diperhatikan pada setiap anak.(foto: tangkapan layar)

Oleh karena itu, durasi penggunaan gadget perlu diperhatikan pada setiap anak. Namun, jika anak sudah telanjur sering mengalami tantrum dan kondisi ini terjadi berlangsung lama, Trisna menyarankan membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk diperiksakan.

“Periksa anamnesis, apakah sakit atau infeksi atau gangguan tumbuh kembang, keterlambatan bicara, dan screening pendengaran. Kalau lebih lanjut cek laboratorium untuk dilihat adanya kelebihan timbal dan ada gangguan perilaku abnormal,” ujarnya.(chn)

Baca juga:

Tantrum pada Anak saat Perjalanan Mudik, Hadapi dengan Cara Ini

#Kesehatan #Parenting
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan