Dunia Usaha Optimistis Kondisi Ekonomi Indonesia Akan Membaik

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 27 Agustus 2015
Dunia Usaha Optimistis Kondisi Ekonomi Indonesia Akan Membaik

Buruh menurunkan tandan buah sawit (TBS) dari mobil truk di Pelabuhan Rakyat Lalosalo, Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Nunukan, Kaltara, Minggu (29/3). (Foto Antara/M Rusman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Bisnis-Melemahnya situasi ekonomi dunia, sehingga harga-harga bahan mentah juga mengalami penurunan, justru merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi. Kalangan pengusaha, baik dari Indonesia dan negara lain, mereka semua optimistis dengan kondisi Indonesia di masa mendatang. 

"Sekarang waktunya investasi, saat semua sedang turun, investasi sangat baik ditingkatkan. Indonesia punya 220 juta penduduk dan memiliki angka pertumbuhan yang bagus. Jika kita melihat itu, kita sangat optimis," kata Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di Wisma Duta, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, Korea Selatan, Kamis (27/8) wib seperti dikutip laman resmi wapres. 

Di dalam negeri sendiri, kata Wapres, pemerintah terus berupaya mengatasi situasi melambannya ekonomi dunia, dengan mengarahkan agar seluruh perusahaan, terutama industri kecil dapat bertahan dalam kondisi seperti ini. Situasi seperti ini, lanjut wapres, memang tidak terlalu menguntungkan, tapi setelah 3-4 tahun, Wapres meyakini kondisi ekonomi akan membaik. Saat ini Indonesia terus berusaha menarik investasi ke Indonesia, termasuk juga dari perusahaan-perusahaan besar di Korea Selatan. 

Dalam kunjungannya, Wapres Jusuf Kalla didampingi istri, Mufidah Jusuf Kalla, Kepala BKPM Franky Sibarani dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. Selain itu, Gubernur Financial Supervisory Service, Deputi Perdana Menteri Republik Korea, serta Duta Besar Repulik Indonesia untuk Republik Korea John Prasetio. Wapres dan rombongan berada di Korea hingga Minggu (30/8). (Luh) 

Baca Juga:

Wapres JK Undang Investor Asal Korea 

Jawab Krisis, Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi

Agus Martowardojo Beberkan Alasan BI Pertahankan BI Rate 

 

#Perlambatan Ekonomi #Pelemahan Rupiah #Jusuf Kalla
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Hashim Sebut MSCI Masalah Amat Sangat Serius, Jangan Rupiah Jadi Rp 22.000
Hashim mengimbau pelaku usaha, termasuk anggota Kadin, agar mendukung terciptanya perdagangan saham yang sehat dan transparan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Hashim Sebut MSCI Masalah Amat Sangat Serius, Jangan Rupiah Jadi Rp 22.000
Indonesia
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
Indonesia
Pergerakan Rupiah Terdampak Pidato Kepala The Fed, Inflasi Melebihi Prediksi
para pembuat kebijakan harus yakin bahwa inflasi inti benar-benar bergerak menuju target mereka dengan kecepatan yang memadai.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Pergerakan Rupiah Terdampak Pidato Kepala The Fed, Inflasi Melebihi Prediksi
Indonesia
Cadangan Devisa Masih Dalam Tren Penurunan
BI juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Cadangan Devisa Masih Dalam Tren Penurunan
Indonesia
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Pembatalan pembukaan Selat Hormuz memicu kekhawatiran datangnya guncangan inflasi jilid baru akibat kenaikan biaya logistik dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Indonesia
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut mendorong laju indeks sektoral berada pada zona hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Indonesia
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Dari data juga menunjukan, sentimen global, ketidakpastian masih tinggi mengenai potensi kesepakatan damai di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Indonesia
Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Senin (22/6), Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar
Kementerian Luar Negeri Iran mengklaim adanya kemajuan positif, sementara mediator Qatar dan Pakistan mengonfirmasi tercapainya peta jalan kesepakatan lebih luas
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Senin (22/6), Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar
Indonesia
Rupiah Bakal Terus Tertekan Jika Harga Minyak Dunia Naik
pelemahan rupiah, masih dipengaruhi oleh faktor global kembali meningkatnya harga minyak dunia seiring ancaman Presiden Trump untuk menyerang Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Rupiah Bakal Terus Tertekan Jika Harga Minyak Dunia Naik
Indonesia
Perdamaian Iran dan AS, Diyakini Kuatkan Rupiah
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran diyakini berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Perdamaian Iran dan AS, Diyakini Kuatkan Rupiah
Bagikan