Dua Pusaka Hadir Saat Pengukuhan GPH Bhre Jadi KGPAA Mangkunegara X
Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo resmi menjadi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X melalui acara pengukuhan di Pura Mangkunegaran Surakarta, Sabtu (12/3/
Merahaputih.com - Puro Mangkunegaran resmi mengukuhkan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai KGPAA Mangkunegara X. Pengukuhan dilakukan dalam upacara adat jumenengan di Pendopo Ageng Puro Mangkunegaran, Sabtu (12/3) siang.
Pantauan MerahPutih.com di lokasi, rangkaian acara Jumenengan dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Tamu undangan yang berjumlah 300 orang mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB.
Baca Juga:
Pakar Budaya Sebut Wahyu Keprabon Jadi Syarat Suksesi Mangkunegaran
Upacara adat jumenengan diawali dengan keluarnya GPH Bhre masuk di tengah pendopo. Kemudian permaisuri dalem Mangkunegara IX Prisca Marina Haryogi Supardi keluar dari puro Mangkunegaran menuju pendopo untuk membacakan kekancingan di hadapan GPH Bhre dengan Bahasa Jawa.
Makna kekancingan tersebut adalah mengukuhkan GPH Bhre sebagai KGPAA Mangkunegara X. Pengukuhan itu ditandai dengan pemberian keris dan langsung dipakai di belakang pinggang oleh GPH Bhre.
Dalam acara pengukuhan itu dua keris pusaka utama Mangkunegaran turuh dihadirkan. Antara lain keris Pusaka Kanjeng Kyai Ageng dan Kanjeng Kyai Wangkingan ke Pendapi Ageng juga dihadirkan. "Kami mengangkat GPH Bhre sebagai KGPAA Mangkunegara X," ujar Permaisuri dalem Mangkunegara IX Prisca.
Baca Juga:
Mangkunegaran dan Keraton Surakarta Punya Pemimpin Muda, Gibran: Orang Hebat
Saat pengukuhannya, istri KGPAA Mangkunegara IX itu juga meminta agar putra bungsunya itu selalu memberikan ketenteraman bagi Pura Mangkunegaran. Selanjutnya, prameswari dalem menyerahkan piagam pengukuhan kepada Bhre di hadapan ratusan tamu yang hadir.
Pada kesempatan itu, Bhre berjanji selalu melestarikan budaya yang selama ini berjalan di Pura Mangkunegaran. "Secara tulus juga akan menegakkan Pancasila dan UUD 1945," katanya.
Setelah pembacaan kekancingan upacara adat dilanjutkan dengan tarian sakral yang diciptakan Mangkunegaran I atau RM.Said. Tarian itu adalah Bedhaya Anglir Mendhung kemudian keluar. Tarian sakral tersebut yang ditarikan oleh tujuh orang perempuan selama 50 menit. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Teka-teki Terjawab, Mangkunegaran Tunjuk GPH Bhre sebagai Adipati Ke-X
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Satnarkoba Polresta Solo Sita 1 Kilogram Sabu dari Jaringan Lintas Provinsi
Keluarkan SK Buat Tedjowulan, Kubu PB XIV Purbaya Ancam Gugat Menteri Fadli Zon di PTUN
GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton
Banjir, Perjalanan KA Banyubiru Ekspres Solobalapan Dibatalkan
Traktir Makan 2 Raja Kembar Keraton Surakarta, Wapres Gibran Titip Jaga Solo
ASN Solo Mulai WFA, Walkot Respati Sebut Hemat Anggaran Operasional Kantor 29 Persen
Rakorwil PSI Jateng, Kaesang Tekad Jateng Menang Telak di Kandang Gajah
Selama Libur Nataru, Bandara Adi Soemarmo Layani 60.782 Penumpang
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
PSI Jateng Gelar Rakorwil di Solo, Undang Jokowi Hingga Kaesang