Dua Kali Tolak Jadi Menteri, Risma Betul-Betul Pemimpin Langka

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 24 Oktober 2019
Dua Kali Tolak Jadi Menteri, Risma Betul-Betul Pemimpin Langka

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (MP/Budi Lentera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Peneliti Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam menilai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan contoh sikap keteladanan. Risma dinilai tidak ambisi dengan menolak masuk kabinet Presiden Joko Widodo menjelang Pilkada Surabaya 2020.

"Dua kali menolak jadi menteri, Risma betul-betul pemimpin langka, mencintai warga Surabaya dengan segenap jiwanya," kata Surokim di Surabaya, Rabu (23/10).

Sosok Risma cukup unik dan langka karena di saat semua orang berharap bisa menjadi menteri. Tapi Risma justru menolak dengan alasan ingin menuntaskan jabatannya hingga awal 2021.

Baca Juga:

Dibujuk Mega hingga Puan, Ternyata Ini Alasan Risma Tolak Tawaran Menteri

"Saya kehilangan kata-kata terhadap Bu Risma. Kok ada orang jenis ini di era saat ini. Luar biasa, semoga Bu Risma selesai menuntaskan jabatan wali kota bisa mendapatkan momentum politik lagi," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

Menurut dia, sebagaimana dikutip Antara, matematika politik Wali Kota Surabaya mungkin tidak sama rumusnya dengan apa yang dipikirkan kebanyakan orang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya menyatakan menolak menjadi menteri karena ingin menyelesaikan masa jabatannya sebagai wali kota hingga awal 2021.

Menurut Risma, dirinya tidak ingin mengingkari amanah yang sudah diberikan warga Surabaya ke pundaknya ketika ia dipilih sebagai wali kota. "Saya harus menjaga kota ini sampai terakhir (masa jabatan). Saya punya prinsip sendiri, boleh kan?" katanya.

Ia mengakui masa jabatannya tinggal sebentar lagi, kira-kira sekitar satu tahun dua bulan. Secara pribadi dirinya merugi karena menolak tawaran kenaikan jabatan menjadi menteri.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan keterangan pers soal penolakannya masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf di rumah dinasnya, Rabu (23/10/2019).  (HO)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan keterangan pers soal penolakannya masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf di rumah dinasnya, Rabu (23/10/2019). (HO)

Jika dilihat perbandingan, ia menjadi wali kota tinggal sebentar, sedangkan jika diangkat menteri, masa jabatannya masih panjang, lima tahun. Tetapi Risma tetap bulat dengan keputusannya di posisi Wali Kota Surabaya.

"Apalagi kalau saya mau daftar apa lagi (yang lain), saya harus nunggu lama kan. Sementara saya selesai (sebagai wali kota) satu tahun dua bulan lagi. Tapi saya tidak ingin menyesal," katanya.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menyatakan baru akan memutuskan setelah ada pemilihan wali kota baru. Berarti saat itu ia sudah tidak menjabat wali kota.

"Kalau ada pilihan lagi, kan rakyat tidak memilih saya (lagi). Saya tidak ada tanggung jawab lagi. Kalau sekarang saya tinggalkan, rakyat kan awalnya memilih saya. Kalau (saya tinggalkan menjadi menteri) itu, saya dosa," katanya.

Baca Juga:

Alasan Megawati Tunjuk Risma Jadi Ketua DPP PDIP

Di sisi lain, penolakan itu juga dilandasi bahwa Risma mengaku lebih nyaman menjadi wali kota dengan alasan bisa menangani persoalan warga secara lintas sektoral, seperti halnya penanganan persoalan anak.

Ia bisa menangani secara total, mulai pendidikan, tempat tinggal, kesehatan dan sebagainya. Sedangkan kalau menjadi menteri, ia hanya bisa memberi bantuan secara sektoral. "Kenapa saya suka jadi wali kota, kalau menolong orang bisa utuh."

Apakah bersedia menjadi menteri jika ada reshuffle kabinet? Risma tidak mau berandai-andai. "Saya tidak mau ngomong itu. Nanti dilihat saja. Tetapi kita tidak boleh mengatakan itu (ada reshuffle). Itu dosa," katanya. (*)

#Tri Rismaharini
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jurus Cagub Risma Entaskan Kemiskinan di Jatim
Pemerintah Provinsi akan melatih istri bekerja tanpa harus meninggalkan rumah
Wisnu Cipto - Selasa, 05 November 2024
Jurus Cagub Risma Entaskan Kemiskinan di Jatim
Indonesia
Bayari Anak Keluarga Miskin Tebus Ijazah, Risma Makin Yakin Pendidikan di Jatim Harus Gratis
Risma berjanji akan menyelesaikan masalah kekeringan yang melanda wilayah pegunungan di Jatim.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 Oktober 2024
Bayari Anak Keluarga Miskin Tebus Ijazah, Risma Makin Yakin Pendidikan di Jatim Harus Gratis
Indonesia
Sekjen PDIP: Risma Simbol Resik-Resik demi Kemakmuran Rakyat Jawa Timur
Hasto Kristiyanto sebut Risma contoh pemimpin yang digerakkan oleh nilai kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 Oktober 2024
Sekjen PDIP: Risma Simbol Resik-Resik demi Kemakmuran Rakyat Jawa Timur
Indonesia
Jokowi Tandatangani Surat Pengunduran Tri Rismaharini, Ini Sosok Penggantinya
Risma mundur usai daftar sebagai cagub Jawa Timur
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 September 2024
Jokowi Tandatangani Surat Pengunduran Tri Rismaharini, Ini Sosok Penggantinya
Indonesia
Istana Pastikan Mensos Risma Belum Serahkan Surat Pengunduran Diri ke Jokowi
Istana memastikan Risma sampai saat ini belum menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai Mensos kepada Jokowi saat bertemu dengan Presiden di Istana Merdeka pagi tadi.
Wisnu Cipto - Jumat, 30 Agustus 2024
Istana Pastikan Mensos Risma Belum Serahkan Surat Pengunduran Diri ke Jokowi
Indonesia
Istana Tegaskan Jokowi Hormati Putusan Risma, Termasuk Mundur dari Kabinet
Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menegaskan keputusan Risma untuk mundur sebagai Mensos merupakan pilihan pribadi yang harus dihormati oleh semua pihak.
Wisnu Cipto - Jumat, 30 Agustus 2024
Istana Tegaskan Jokowi Hormati Putusan Risma, Termasuk Mundur dari Kabinet
Indonesia
Janji Mau Mundur, Mensos Risma Pakai Batik Merah Temui Jokowi di Istana
Pagi ini, Risma langsung menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, usai resmi mendaftar ke KPU Jatim, pada Kamis (29/8) kemarin.
Wisnu Cipto - Jumat, 30 Agustus 2024
Janji Mau Mundur, Mensos Risma Pakai Batik Merah Temui Jokowi di Istana
Indonesia
Profil Gus Han Pendamping Risma di Pilkada Jatim
KH Zahrul Azhar Asad atau yang akrab disapa Gus Han akan mendampingi Tri Rismaharini di kontestasi Pilkada Jatim 2024.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Agustus 2024
Profil Gus Han Pendamping Risma di Pilkada Jatim
Indonesia
Antar Risma-Gus Han Daftar ke KPU, PDIP Jadikan Pilkada Ajang 'Resik-Resik' Jatim
“Hari ini pasangan Risma-Gus Han akan kami daftarkan secara resmi di KPUD Jawa Timur. Insya Allah pasangan Risma dan Gus Han akan membawa pemerintahan di Jawa Timur lebih bisa dipercaya rakyat," kata Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah.
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Agustus 2024
Antar Risma-Gus Han Daftar ke KPU, PDIP Jadikan Pilkada Ajang 'Resik-Resik' Jatim
Indonesia
PDIP Resmi Usung Risma-Gus Han di Pilkada Jatim
PDIP resmi mengusung Tri Rismaharini dan KH Zahrul Azhar Asad, atau yang akrab disapa Gus Han sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur dalam Pilkada Jawa Timur.
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Agustus 2024
PDIP Resmi Usung Risma-Gus Han di Pilkada Jatim
Bagikan