Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Alasan Megawati Tunjuk Risma Jadi Ketua DPP PDIP

Eddy FloEddy Flo - Senin, 19 Agustus 2019
 Alasan Megawati Tunjuk Risma Jadi Ketua DPP PDIP

Ketua Umum PDIP Megawati bersama Tri Rismaharini (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan alasannya menunjuk Tri Rismaharini sebagai Ketua DPP PDIP bidang kebudayaan.

Menurut Megawati, Risma merupakan sosok yang berprestasi.

Baca Juga: Megawati Lantik Risma Jadi Ketua DPP PDI Perjuangan

"Kenapa? Karena kita tahu sebagai wali kota, beliau sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, 2 kali. Dan menurut saya perubahan di Surabaya itu luar biasa sekali," kata Megawati sebelum melantik Wali Kota Surabaya itu di Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (19/8).

Pelantikan Tri Rismaharini sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan oleh Megawati
Pelantikan Tri Rismaharini sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan oleh Ketua Umum PDIP Megawati (MP/Ponco Sulaksono)

Megawati menceritakan, dahulu Surabaya dikenal sebagai kota yang panas. Namun Risma hadir dengan programnya membangun taman dan tempat bermain. Menurutnya, banyak program lain dari Risma yang di masa lalu belum bisa dilaksanakan.

Alhasil, lanjut Megawati, bila di kota-kota lain di Indonesia terjadi kenaikan suhu udara, di Surabaya terjadi sebaliknya. Hal itu tercermin dari penurunan derajat cuaca di Surabaya sejak kepemimpinan Risma yang mencapai 2 derajat celcius.

"Ini luar biasa. Di tempat lain naik, justru di Surabaya turun 2 derajat. Kita bisa rasakan di Surabaya kini, biar panas tetapi panasnya tak membuat gerah. Itu akibat banyaknya taman dan kerindangan. Itu salah satu yang berhasil beliau lakukan," ungkap Megawati.

Baca Juga: Risma Buka Suara Soal Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya

Presiden ke-5 RI ini melanjutkan, dirinya sebenarnya ingin Risma seterusnya bisa menjadi Wali Kota di Surabaya. Namun, kata dia, aturan hanya membolehkan 2 periode jabatan saja.

"Maka saya segera tarik (Risma) ke DPP untuk membantu PDI Perjuangan di bidang kebudayaan. Nanti tugas beliau akan banyak keliling indonesia. untuk antara lain mengompilasi kearifan lokal kita," pungkas Megawati.(Pon)

Baca Juga: Risma Akui Jaga Jarak dengan Masyarakat, Ini Alasannya

#Megawati Soekarnoputri #Tri Rismaharini #PDI Perjuangan #DPP PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
PDIP tidak melihat rencana Kaesang sebagai sesuatu yang perlu ditanggapi secara khusus.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Bagikan