Calon Wapres AS Berdebat Buat Gaet Pemilih
Calon Wakil Presiden AS. (Foto: VOA Indonesia)
MerahPutih.com - Pagi ini Waktu Indonesia Barat (WIB), Wakil Presiden Mike Pence dan kandidat wakil presiden dari partai Demokrat Senator Kamala Harris, beradu argumen untuk memikar rakyat Amerika Serikat, pada pemilihan presiden November mendatang.
Di AS, debat wakil presiden dianggap sekunder dibandingkan dengan debat para kandidat presiden, yang biasanya menghasilkan momen-momen paling berkesan bagi para pemilih. Isu terkait COVID-19 menjadi salah satu tema debat.
Pence yang berusia 61 tahun adalah mantan anggota Kongres dan Gubernur Indiana. Ia naik panggung di Salt Lake City, Utah, dalam posisi debat yang unik sementara Trump dalam masa pemulihan di Gedung Putih.
Baca Juga:
Jelang Pemilu AS, Facebook Tawarkan Rp 1,7 Juta untuk Tutup Akun
Sementara itu Harris yang berusia 55 tahun menjadi sorotan di tengah-tengah kekhawatiran mengenai usia pasangannya. Ia adalah mantan jaksa agung California yang ingin menjadi perempuan pertama dan orang kulit hitam pertama yang menjadi wakil presiden.
Dilansir VOA Indonesia, badan independen yang mengurusi debat calon presiden Amerika, memperketat format debat. Hal itu mengemuka setelah banyak pengecam mengatakan debat pertama antara petahana Presiden Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden adalah yang terburuk dalam sejarah Amerika.
Kedua kandidat kerap memotong pembicaraan yang lain atau berbicara pada saat yang sama, sementara wartawan kawakan Fox News, Chris Wallace, yang menjadi moderator debat, berulangkali memperingatkan Trump karena tidak mematuhi aturan debat agar memberi waktu masing-masing kandidat menyelesaikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
Komisi Debat Presiden mengatakan debat sengit yang sangat tidak teratur itu menunjukkan perlunya “struktur tambahan” pada format debat “untuk memastikan terwujudnya debat yang lebih tertib.”
Komisi itu memuji Wallace atas “profesionalisme”nya menangani kekacauan di panggung debat yang dilangsungkan di sebuah universitas di Kota Cleveland, Ohio.
Namun, badan itu mengatakan akan segera memberlakukan pembatasan baru sebelum debat kedua dan ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada 15 dan 22 Oktober mendatang.
Sebagian pengecam debat pertama ini menyarankan untuk menutup mikrofon ketika salah seorang calon presiden, baik Trump atau Biden, sedang bicara.
Biden dan Trump sama-sama mengklaim debat pertama ini berlangsung sukses, dan pada Rabu (30/9) kembali memulai kampanye mereka.
Baca Juga:
Pemilu Amerika Serikat akan jadi Sasaran Peretas Tiongkok?
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika AS Menyerang
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump