DPRD DKI Tegaskan Penyesuaian Tarif PAM Jaya Dilakukan untuk Tingkatkan Kualitas dan Layanan
Pam Jaya. (Foto: Istimewa)
Merahputih.com - DPRD DKI Jakarta mendukung sosialisasi penyesuaian tarif PAM Jaya kepada masyarakat. Sosialisasi perlu dilakukan agar masyarakat bisa memahami alasan dan tujuan penyesuaian tarif air PAM Jaya.
Pasalnya, sejak tahun 2007 PAM Jaya, belum pernah melakukan penyesuaian tarif air sebesar Rp 1.050 untuk 1.000 liter air.
"Untuk itu, dibutuhkan penyesuaian tarif sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas dan layanan," ujar Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli dalam keterangannya, Kamis (5/12).
Artinya, hingga saat ini, harga per satu liter air masih dikenakan tarif sekitar Rp 1. Padahal, jika dibandingkan tarif PDAM di Bodetabek, tarif PAM Jaya terbilang lebih rendah.
Baca juga:
"Sebagai contoh, PDAM Kota Depok mengenakan tarif Rp 4.200-Rp 13.000 per kubik, Kabupaten Bogor Rp 3.000-Rp 7.000, dan Kota Bekasi Rp 3.200-Rp 17.000," terangnya.
Penyesuaian tarif tidak akan berdampak pada kebutuhan dasar rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) karena akan lebih dilakukan kepada masyarakat menengah ke atas dan perusahaan maupun industri.
"Kami ketahui tarif pelanggan rumah tangga sederhana mengalami penurunan dari Rp1.050 menjadi Rp1.000 per meter kubik untuk penggunaan hingga 10 meter kubik pertama," ungkapnya.
Namun demikian, Taufik juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan peruntukan air PAM Jaya. Masyarakat diharapkan bisa menggunakan air PAM Jaya sesuai dengan jenis golongan pelanggan.
"Kemarin juga dilaporkan masyarakat itu dijual lagi untuk air galon perumahan hingga pencucian mobil. Itu nggak boleh sebenarnya," tegasnya.
Baca juga:
PAM JAYA Beri Kompensasi ke Pelanggan Terdampak Gangguan Suplai Air Bersih
Legislator Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta lainnya, Dwi Rio Sambodo mendorong PAM Jaya untuk meningkatkan layanan cakupan distribusi air bersih ke masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan jumlah sambungan baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
"Perlu peningkatan pipanisasi oleh PAM Jaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Jakarta," bebernya.
Sementara itu, Senior Manager Corporate Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza memastikan, sosialisasi kepada masyarakat akan terus dimasifkan karena penyesuaian tarif akan diberlakukan Januari 2025.
"Tentunya kita akan terus sosialisasikan agar masyarakat bisa mengerti dan memahami. Penyesuaian tarif ini sudah dikaji secara mendalam, termasuk agar tidak memberatkan MBR," tandasnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
PAM Jaya Layani 1,17 Juta Pelanggan, Cakupan Air Perpipaan Jakarta Tembus 80 Persen
Dorong Layanan Air Terintegrasi, PAM Jaya Resmi Luncurkan ERP Fusion
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Solidaritas Pemprov DKI Jakarta, Kirim Bantuan Air Bersih dan Dana Rp 3 Miliar ke Daerah Terdampak Bencana Sumatra
Krisis Air Bersih Pascabencana Aceh-Sumatra, Anggota DPR Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Gaungkan Hidup Sehat, Coway Indonesia Donasikan Purifier ke Yayasan dan Masjid di Jakarta
Warga Ngeluh Beli Air Rp 1 Juta per Bulan, Pemprov DKI Bangun Akses Perpipaan di Muara Angke
311.528 Pelanggan PAM Jaya Tidak Dapat Suplai Air Bersih Mulai Jumat Malam, Tersebar di 53 Kelurahan Ini!
Besok Malam Suplai Air PAM Jaya 53 Kelurahan Terganggu, Alasan Pramono: Force Majeure
Polemik Sumber Air Aqua usai Disidak KDM, Komisi XIII DPR: Masyarakat Jangan Percaya Informasi Menyesatkan