Dorong Layanan Air Terintegrasi, PAM Jaya Resmi Luncurkan ERP Fusion

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Dorong Layanan Air Terintegrasi, PAM Jaya Resmi Luncurkan ERP Fusion

Foto: dok PAM Jaya.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM Jaya) resmi meluncurkan Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion dalam acara Go Live Ceremony yang digelar di Corporate Learning Center (CLC) Buaran, Jakarta Timur, Kamis (15/1). Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pelayanan air minum yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis digital.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, yang menegaskan pentingnya ERP Fusion sebagai fondasi transformasi digital PAM Jaya ke depan.

Rano Karno menyebut, peluncuran ERP Fusion menjadi momentum penting bagi PAM Jaya dalam memperkuat integrasi sistem dan pelayanan.

“Sistem ini dirancang untuk menangkap dan mengintegrasikan seluruh sistem yang ada. Ini menjadi fondasi penting bagi PAM Jaya yang terus berkembang dan menargetkan 100 persen layanan air minum perpipaan pada 2029,” ujar Rano di lokasi acara.

Menurutnya, kehadiran ERP Fusion menjawab kebutuhan integrasi data dan proses kerja yang sebelumnya tersebar di berbagai sistem. Kini, seluruh aktivitas perusahaan dapat terhimpun dalam satu platform terpadu.

Baca juga:

Pramono Anung Dorong PAM Jaya IPO 2027, Saham Publik Maksimal 30 Persen

Rano berharap penerapan ERP Fusion tidak hanya menjadi terobosan teknologi, tetapi juga mampu mendorong perubahan budaya kerja di internal perusahaan.

“ERP Fusion harus menjadi penggerak peningkatan kinerja tim dan penguatan kualitas pelayanan kepada warga Jakarta,” katanya.

Peluncuran ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mendukung transformasi digital Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), guna menghadirkan pelayanan publik yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, ERP Fusion merupakan pembaruan sistem berbasis Oracle Fusion yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan profesionalisme layanan perusahaan.

Menurut Arief, ERP Fusion bukan sekadar pembaruan perangkat keras, melainkan sistem terintegrasi berbasis cloud yang menghubungkan seluruh proses kerja internal secara end-to-end dan otomatis.

“Dengan ERP, semua proses saling terkoneksi. Mulai dari accounting sampai vendor tukar faktur, begitu masuk sistem, prosesnya langsung berjalan otomatis dan bisa dicek lintas divisi,” jelas Arief.

Baca juga:

PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat

Arief menambahkan, penerapan ERP Fusion juga menutup celah terjadinya kesalahan administrasi manual. Jika sebelumnya dokumen dapat terpisah atau bahkan terselip, kini seluruh proses wajib melalui pemindaian dan tercatat di dalam sistem.

“Sekarang datanya sudah rapi, murni, dan terintegrasi. Proses migrasi datanya sangat besar, tapi ini bagian penting agar ke depan sistem PAM Jaya lebih akuntabel dan prudent,” pungkasnya. (Asp)

#PAM Jaya #Pemprov DKI Jakarta #Rano Karno #Air Bersih
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Jakarta Running Festival 2026 digelar 24-25 Oktober. Peserta dengan bib resmi bisa menggunakan MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek dengan tarif Rp 0.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Indonesia
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027-2028. Pramono menyebut penerbitan masih menunggu persetujuan pusat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Indonesia
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Lapangan Banteng akan semakin nyaman dikunjungi. Proses penataan kini sudah mencapai 63 persen, kemudian rampung November 2026.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Langkah penanganan darurat ini diambil sebagai bentuk respons cepat dalam menghadapi gelombang musim kemarau yang melanda dalam beberapa tahun terakhir.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam golongan penerima transportasi umum gratis. Total penerima subsidi naik transportasi menjadi 21 golongan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Indonesia
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek dipastikan naik mulai 1 Januari 2027. Besaran tarif baru belum diumumkan Pemprov DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Indonesia
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Pemprov DKI Jakarta mencairkan bansos PKD September 2026 kepada 219.252 penerima KAJ, KLJ, dan KPDJ. Ini rincian penerimanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Bagikan