DPR RI Getol Soroti Keselamatan Penerbangan Usai Bencana Maut Air India
Petugas memadamkan api setelah pesawat Air India jatuh di Ahmedabad. (Foto: YouTube/HindustanTimes)
MerahPutih.com - Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko mengimbau Kementerian Perhubungan untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap sistem penerbangan nasional menyusul tragedi yang menimpa maskapai Air India baru-baru ini.
Menurut Miko, sapaan akrabnya, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan di Indonesia.
“Insiden yang menimpa Air India menjadi peringatan keras bagi kita semua bahwa sistem pengawasan dan kelaikan pesawat harus benar-benar diperhatikan dan diperketat,” ujar Miko di Jakarta, dikutip Minggu (25/6).
Baca juga:
Pakar Penerbangan Ungkap Penyebab Pesawat Air India Jatuh, Pilot Diduga Salah Ambil Keputusan
Legislator asal Dapil Jabar VI itu menekankan pentingnya setiap maskapai penerbangan untuk menjamin kelaikan teknis pesawat serta memperketat pemeriksaan rutin sebagai langkah preventif menghindari kecelakaan.
"Jadi langkah preventif saya kira harus lebih ditekankan. Setiap maskapai harus bertanggung jawab memastikan pesawatnya laik terbang dan aman bagi penumpang," tegasnya.
Miko juga mendesak Kementerian Perhubungan agar meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan standar keselamatan penerbangan nasional tidak hanya memenuhi regulasi internasional tetapi juga berjalan efektif di lapangan.
“Kami berharap Kementerian Perhubungan segera mengambil langkah nyata untuk memastikan setiap penerbangan di Indonesia aman dan terpercaya bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Baca juga:
Pakar Penerbangan Ungkap Penyebab Pesawat Air India Jatuh, Pilot Diduga Salah Ambil Keputusan
Ungkap Duka Jatuhnya Pesawat Air India, Pemerintah Indonesia Doakan Para Korban Tewas
Tragedi pesawat Air India AI171 jatuh dan meledak di Ahmedabad, India, pada Kamis telah menewaskan 269 orang, termasuk ratusan orang di dalam pesawat dan puluhan orang di darat.
Pesawat Boeing Dreamliner ini membawa 242 orang saat jatuh dan meledak di kampus sebuah perguruan tinggi kedokteran.
Penyebab tragedi ini masih belum diketahui. Ini adalah bencana penerbangan terburuk di India sejak tahun 1996. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Dilaporkan Selamat
Keluarga di Karanganyar Terima Jenazah FOO Hariadi Korban Pesawat Jatuh di Sulsel
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Dasar Jurang, Jasadnya Tidak Utuh
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Black Box Pesawat ATR 42-500, Segera Diserahkan ke KNKT Buat Dianalisis
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
DVI Ambil Sampel DNA Jenazah Laki-laki Pertama Korban Pesawat ATR 42-500