DPO Penganiaya Tokoh Agama Ditangkap Satreskrim Cianjur

Eddy FloEddy Flo - Senin, 10 Juli 2017
DPO Penganiaya Tokoh Agama Ditangkap Satreskrim Cianjur

Ilustrasi penggerebekan oleh polisi (ANTARA FOTO/Rahmad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Tim Khusus Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat, terpaksa melumpuhkan satu orang dari empat orang DPO penganiaya tokoh agama di Kecamatan Warungkondang, dengan timah panas karena sempat melakukan perlawanan.

Pelaku berinisial K (42) warga Kampung Cibangban, Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, ditembak karena melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam, jenis golok saat dilakukan penangkapan di rumahnya.

"Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap tiga orang pelaku penganiayaan lainnya yang diduga melarikan diri ke luar kota setelah melakukan penganiayaan dan pengerooyokan terhadap seorang tokoh agama di Warungkondang beberapa waktu lalu," kata Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman, di Cianjur, Senin (10/7).

Dia menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan polisi terkait tindak pidana penganiayaan terhadap tokoh agama tersebut, sehingga menyebabkan luka-luka akibat benda tumpul dan tajam di sekujur tubuhnya.

Selang beberapa saat mendapat laporan, tutur dia, pihaknya menerjunkan Timsus Satreskrim Cianjur untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang berjumlah empat orang.

"Pelaku ini sudah lama diintai dan kemarin dilakukan penangkapan karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap, anggota kami langsung memberikan tindakan tegas. Pelaku sempat diberikan peringatan,tetapi tetap nekad melakukan penyerangan dengan senjata tajam," katanya.

Pihaknya mengimbau tiga orang pelaku yang melarikan diri agar segera menyerahkan diri karena petugas telah mengantongi identitas pelaku dan saat ini tengah melakukan pengejaran.

"Daripada kami berikan tindakan tegas, lebih baik segera menyerahkan diri karena kami tidak akan main-main untuk pelaku tindak pidana yang meresahkan di wilayah hukum Polres Cianjur,"katanya.

Sementara Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya, mengatakan, pelaku kejahatan yang terpaksa dilumpuhkan petugas itu, saat ini masih menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit tersebut.

""Masih dalam perawatan tim dokter dan kondisinya sudah mulai membaik. Pelaku menjalani perawatan di ruang isolasi IGD dijaga dua orang petugas dari kepolisian,"katanya.

Sumber: ANTARA

#DPO #Tokoh Agama #Tindak Kekerasan #Pemukulan
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Dunia
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Besarnya jumlah korban mengingatkan pada kekacauan yang menyertai Revolusi Islam 1979.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Indonesia
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Tindakan tersebut dinilai merupakan pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus diusut hingga ke akar permasalahannya.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Densus 88 mengungkapkan, sebanyak 70 anak di 19 provinsi terpapar konten kekerasan ekstrem.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Indonesia
Teror terhadap Influencer dan Aktivis, Bentuk Pembungkaman Kritis Ternyata masih Lazim di Indonesia
Aksi teror dan intimidasi terhadap pegiat media sosial, jurnalis, hingga aktivis lingkungan hidup belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Teror terhadap Influencer dan Aktivis, Bentuk Pembungkaman Kritis Ternyata masih Lazim di Indonesia
Indonesia
Kasus Matel Kalibata, 6 Polisi Jadi Tersangka, DPR: Pembakar Kios Juga Harus Dihukum
Peristiwa perusakan dan pembakaran kios merupakan tindak pidana serius yang meresahkan masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 16 Desember 2025
Kasus Matel Kalibata, 6 Polisi Jadi Tersangka, DPR: Pembakar Kios Juga Harus Dihukum
Indonesia
6 Orang Polisi Jadi Tersangka Pengeroyokan Diduga 'Mata Elang' di Kalibata Jakarta
Enam orang anggota Polri, di sini adalah anggota pada satuan pelayanan markas di Mabes Polri,
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 13 Desember 2025
6 Orang Polisi Jadi Tersangka Pengeroyokan Diduga 'Mata Elang' di Kalibata Jakarta
Indonesia
Utang Motor Berujung Maut, Dua 'Mata Elang' Tewas Dikeroyok di Dekat Makam Pahlawan
Pasca-insiden maut ini, terjadi ketegangan di lokasi kejadian
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Desember 2025
Utang Motor Berujung Maut, Dua 'Mata Elang' Tewas Dikeroyok di Dekat Makam Pahlawan
Indonesia
Fenomena Gunung Es Kekerasan Anak di DKI Bikin Merinding, DPRD Tekankan Tiga Jurus yang Wajib Sekolah Jalankan
Rio mendorong adanya pelatihan teknis intensif bagi kepala sekolah, guru, anggota TPPK/PPK
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Desember 2025
Fenomena Gunung Es Kekerasan Anak di DKI Bikin Merinding, DPRD Tekankan Tiga Jurus yang Wajib Sekolah Jalankan
Indonesia
1 Dari 3 Perempuan Di Dunia Hadapi Kekerasan Seksual, Ini Yang Paling Rentan
Hampir satu dari tiga perempuan diperkirakan 840 juta di seluruh dunia pernah mengalami kekerasan oleh pasangan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 November 2025
1 Dari 3 Perempuan Di Dunia Hadapi Kekerasan Seksual, Ini Yang Paling Rentan
Bagikan