Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Dongker Rilis 'Lagu Selepas Hujan', Balada Reflektif Jelang Album 'Melankolia Radikal'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
Dongker Rilis 'Lagu Selepas Hujan', Balada Reflektif Jelang Album 'Melankolia Radikal'

Dongker lepas single baru. (foto: dok/dongker)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dongker kembali menghadirkan karya terbaru lewat single Lagu Selepas Hujan yang resmi dirilis di seluruh platform streaming digital pada 24 Juli 2026.

Single ini menjadi karya ketiga sekaligus penutup rangkaian perilisan Dongker sebelum mereka meluncurkan album kedua, Melankolia Radikal, pada 28 Agustus 2026.

Jika dua single sebelumnya hadir dengan karakter yang cepat dan penuh energi, Lagu Selepas Hujan mengambil arah berbeda. Dongker kali ini memilih balada dengan tempo lebih lambat dan atmosfer reflektif.

Perubahan tersebut membuat lagu terasa seperti sebuah jeda. Bukan sekadar jeda musikal, tetapi ruang untuk melihat kembali berbagai persoalan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kisah Setelah Hujan Berhenti

Lewat Lagu Selepas Hujan, Dongker mengajak pendengar mengikuti kisah seseorang yang melangkah setelah hujan berhenti.

Di tengah suasana tersebut, kehidupan kembali berjalan. Namun, kota yang menjadi latarnya justru memperlihatkan wajah yang semakin seragam dari sisi tata ruang, sekaligus perlahan kehilangan sisi kemanusiaannya.

Dari titik inilah Dongker membawa pendengar pada cerita yang lebih luas. Lagu tersebut menyentuh sejumlah persoalan, mulai dari harapan dan kehilangan hingga ketimpangan pembangunan serta memudarnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dengan demikian, Lagu Selepas Hujan tidak hanya menjadi perubahan tempo dari dua single sebelumnya. Lagu ini juga memperlihatkan sisi Dongker yang lebih kontemplatif dalam membicarakan keadaan di sekeliling mereka.

Baca juga:

Tanpa Penjagaan Ketat, Showcase Dongker di Bawah Pasupati Berlangsung Tertib Berkat Semangat Kolektif Penonton

Terinspirasi 'Lagu Hujan' Milik Koil

Judul Lagu Selepas Hujan lahir dari inspirasi terhadap lagu Lagu Hujan milik Koil.

Namun, Dongker tidak membuat versi baru dari karya tersebut. Mereka justru mengembangkan inspirasi itu menjadi sebuah cerita berbeda dengan sudut pandang dan persoalan yang mereka bawa sendiri.

Harapan, kehilangan, ketimpangan pembangunan, hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kemudian dirangkai menjadi bagian dari narasi lagu.

Pilihan tersebut membuat “Lagu Selepas Hujan” terasa seperti pertemuan antara pengalaman personal dan gambaran sosial yang lebih luas.

Posisi Lagu Selepas Hujan sebagai single terakhir sebelum album penuh dirilis juga bukan tanpa alasan.

Dongker menggambarkan lagu ini sebagai momen tenang sebelum badai, sebuah jeda yang mempersiapkan pendengar untuk memasuki keseluruhan narasi yang ditawarkan dalam Melankolia Radikal.

Dari sisi lirik, lagu ini dinilai paling mampu merangkum tema besar sekaligus benang merah yang ingin disampaikan melalui album kedua mereka.

Karena itu, penempatan lagu ini menjadi penting. Setelah dua single sebelumnya memperkenalkan energi dan karakter album, Lagu Selepas Hujan hadir sebagai ruang untuk menarik napas sebelum keseluruhan cerita Melankolia Radikal dibuka.

Baca juga:

Dongker Perkenalkan Album 'Melankolia Radikal' Lewat Showcase di Bawah Jembatan Pasupati

Lagu Selepas Hujan menjadi titik temu dari dua sisi. Di dalamnya, keindahan dan kekacauan berjalan berdampingan, membentuk dinamika yang menjadi gambaran paling utuh.

Karena itulah lagu ini dipilih sebagai penutup rangkaian single sekaligus pintu masuk terakhir sebelum album penuh Dongker resmi hadir pada 28 Agustus 2026. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Viral Lirik 'Mana Mana Ada', Ternyata Berasal dari Lagu 'Kira Kira Dong'
Potongan lirik 'mana ada, mana mana ada' cepat menjadi viral dan banyak digunakan sebagai musik latar oleh warganet untuk membuat berbagai video parodi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Viral Lirik 'Mana Mana Ada', Ternyata Berasal dari Lagu 'Kira Kira Dong'
ShowBiz
Park Ji-hoon Resmi Comeback Solo lewat Album 'RE:FLECT', ini Makna Lagu 'Bodyelse'
Mengisahkan tentang seorang pria yang awalnya menjalani kesehariannya seperti biasa, tapi berubah ketika pikirannya terus dipenuhi sosok seorang perempuan.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Park Ji-hoon Resmi Comeback Solo lewat Album 'RE:FLECT', ini Makna Lagu 'Bodyelse'
ShowBiz
Mantradhara Rilis 'Yamien, Single Berbahasa Indonesia dengan Makna Multitafsir
Meski mengusung nama sebuah makanan, lirik 'Yamien' sengaja dibuat terbuka untuk berbagai penafsiran.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Mantradhara Rilis 'Yamien, Single Berbahasa Indonesia dengan Makna Multitafsir
ShowBiz
PLAVE Perdana Bawakan 'Think I Am' di Weverse Con 2026, Ini Lirik dan Maknanya
Tak hanya menawarkan aransemen musik yang memikat, lagu ini juga menyimpan makna emosional yang mendalam.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
PLAVE Perdana Bawakan 'Think I Am' di Weverse Con 2026, Ini Lirik dan Maknanya
ShowBiz
Lirik Lagu 'Melukis Senja' dari Budi Doremi, Lengkap dengan Makna Menyentuh
Lirik lagu Melukis Senja dari Budi Doremi kembali viral. Makna lagu ini sangat menyentuh hati.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Lirik Lagu 'Melukis Senja' dari Budi Doremi, Lengkap dengan Makna Menyentuh
ShowBiz
Eric Chou Rilis 'All For You', Lagu Penutup untuk 'Spider-Man: Brand New Day'
Eric Chou merilis 'All For You', lagu penutup versi Taiwan untuk Spider-Man: Brand New Day yang terinspirasi perjalanan hidup Peter Parker.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 26 Juli 2026
Eric Chou Rilis 'All For You', Lagu Penutup untuk 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
The Lantis Hidupkan Kembali '(Jangan Terlalu) Posessif' Naif dengan Sentuhan Groovy
The Lantis menghadirkan versi baru “(Jangan Terlalu) Posessif” milik Naif. Lagu yang menjadi salah satu inspirasi utama perjalanan musik mereka.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
The Lantis Hidupkan Kembali '(Jangan Terlalu) Posessif' Naif dengan Sentuhan Groovy
ShowBiz
J.Y. Park Comeback Setelah 6 Tahun lewat 'Wet', Jadi Anthem Waterbomb 2026
Setelah enam tahun, J.Y. Park kembali dengan lagu bertema musim panas lewat 'Wet'. Lagu ini menjadi anthem Waterbomb 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
J.Y. Park Comeback Setelah 6 Tahun lewat 'Wet', Jadi Anthem Waterbomb 2026
ShowBiz
Rasyiqa Hadirkan Interpretasi Baru 'Jangan Kau Lepas', Lagu Alexa Kembali Dihidupkan
Rasyiqa merilis 'Jangan Kau Lepas'. Lagu Alexa yang populer pada 2008 ini hadir dengan interpretasi dan sentuhan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
Rasyiqa Hadirkan Interpretasi Baru 'Jangan Kau Lepas', Lagu Alexa Kembali Dihidupkan
ShowBiz
Jennie Buka Cerita tentang Hubungan Tanpa Status Lewat Single 'Less Than a Lover'
Jennie kembali dengan 'Less Than a Lover', lagu yang mengangkat kisah situationship atau hubungan tanpa status. Diperkuat lewat video musik bernuansa sinematik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
Jennie Buka Cerita tentang Hubungan Tanpa Status Lewat Single 'Less Than a Lover'
Bagikan