Donald Trump Promosikan Rencana Pembangunan Gaza dengan Video AI, Tampak seperti Resor dengan Patung Emas Dirinya

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 26 Februari 2025
 Donald Trump Promosikan Rencana Pembangunan Gaza dengan Video AI, Tampak seperti Resor dengan Patung Emas Dirinya

Donald Trump promosikan Trump Gaza dengan bantuan video AI.(foto: Truth entertainment/donald trump)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - “TRUMP Gaza akhirnya hadir,” bunyi nyanyian dalam sebuah video yang diunggah Presiden Amerika Serikat Donald Trump di akun Truth Social miliknya, Selasa (25/2) malam. Video yang tampaknya dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) itu mempromosikan transformasi Gaza menjadi sebuah resor ala negara Teluk dengan patung emas dirinya sendiri, Elon Musk yang sedang makan hummus, dan para pemimpin Amerika serta Israel yang tidak mengenakan baju bersantai di pantai.

“Tidak ada lagi terowongan, tidak ada lagi rasa takut,” bunyi nyanyian diiringi beat dansa.

Presiden Amerika ini telah mengusulkan untuk mengusir 2,1 juta warga Palestina dari Gaza dan mengubah kantong terpisah tersebut menjadi sebuah ‘Riviera’ yang akan dimiliki Amerika Serikat.

Pihak Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat menyebut proposal tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina Varsen Aghabekian Shaheen, mengatakan awal bulan ini bahwa mereka telah merasakan pengusiran sebelumnya. “Itu tidak akan terjadi lagi,” katanya merujuk pada ratusan ribu warga Palestina yang dipindahkan selama perang Arab-Israel yang mengarah pada pembentukan Israel pada 1948.

Baca juga:

Para Pemimpin Arab Siap Bahas Rencana Trump soal Gaza, Pertemuan Dilakukan di Riyadh


Video dimulai dengan anak-anak Palestina yang tidak mengenakan alas kaki berjalan melewati puing-puing Gaza. “Apa selanjutnya?” tanya sebuah kartu judul. Mereka berjalan menuju ke garis langit dengan gedung pencakar langit di sepanjang pantai Gaza.
“Donald datang untuk membebaskanmu,” bunyi suara nyanyian. “Trump Gaza bersinar terang. Masa depan emas, cahaya baru. Pesta dan menari. Tugas selesai.”

Video ini secara tidak konsisten menampilkan penari perut berpakaian bikini, seorang anak yang memegang balon emas berbentuk kepala Trump, dan Elon Musk yang menari di pantai di bawah hujan dolar AS. Tidak jelas apakah Trump berniat untuk melaksanakan rencananya untuk pengusiran tersebut.

Setelah mendapat penolakan keras dari para pemimpin Mesir dan Yordania, Trump mengatakan kepada Fox News pada Jumat (21/2) bahwa cara untuk melakukannya ialah dengan rencananya. “Saya pikir itu merupakan rencana yang benar-benar berhasil. Tapi saya tidak memaksakannya. Saya hanya akan duduk dan merekomendasikannya,” jelasnya.

Saat video berakhir, terdengar slogan ‘Trump Gaza, nomor satu!’. Kamera kemudian memperlihatkan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang minum di pantai.(dwi)

Baca juga:

Donald Trump Rencana Kuasai Gaza, Mayoritas Warga AS tak Menyukai Ide Itu

#Donald Trump #Gaza #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Kekacauan di Iran sendiri dipicu oleh ambruknya nilai tukar Rial yang menyebabkan inflasi hebat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
AS mengklaim mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Bagikan