MerahPutih.com - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menduga aksi vandalisme di rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) beberapa waktu lalu disebabkan karena adanya kekosongan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Ini soal pengawasan. Ini akibat apa? Jangan-jangan karena pak Anies kerja sendiri," kata Gembong di DPRD DKI Jakarta, Rabu (26/9).
Lebih lanjut, Gembong menilai, hal tersebut terjadi lantaran kurangnya pengawan yang ketat oleh Pemprov DKI di lokasi. Apalagi, saat kejadian tersebut MRT sedang berada di Depo Lebak Bulus Jakarta Selatan.
"Ya soal pengawasan aja kalau kayak gitu. Lah faktanya kalau ada begitu berarti pengawasannya nihil. Mau sudah dioprasikan atau tidak, pengawasannya tetep. Gk mungkin itu terjadi (kalau diawasi ketat) apalagi di Depo," tuturnya.
Gembong pun menyayangkan Pemprov DKI yang telah lengah melakukan pengawasan, sebab peristiwa tersebut terjadi di wilayah Jakarta.
"Barang di rumah kita sendiri. Apa salah kalau saya ngomong pengawasannya enggak ada. Barang di rumah kita sendiri dicoret orang. Apa enggak malu-maluin," tutupnya.
Diketahui sebelumnya,masyarakat dikaget dengan ulah tangan-tangan jahil yang menjadikan rangkaian MRT Jakarta menjadi sasaran tindakan vandalisme beberapa waktu lalu.
Aksi tersebut terungkap pada Jumat (21/9) kemarin. Coret-coretan grafiti berwarna ungu, mewarnai salah satu gerbong MRT yang terletak di Depo Lebak Bulus itu. (Asp)