DIY Geser Tempat Tidur Reguler dan Nakes ke Perawatan COVID-19

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 21 Juni 2021
DIY Geser Tempat Tidur Reguler dan Nakes ke Perawatan COVID-19

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji (masker putih). (Foto: MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menambah jumlah tempat tidur pasien dan tenaga kesehatan untuk mengatasi membeludaknya pasien COVID-19. Bed dan nakes tambahan berasal dari bangsal yang sebelumnya merawat pasien non-COVID-19.

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, pihaknya menginstruksikan
kepada rumah sakit untuk menggeser bed dan tenaga kesehatan pasien reguler non-COVID-19 menjadi pasien COVID-19.

"Nakes tetap berasal dari rumah sakit yang bersangkutan. Tadinya mereka merawat pasien COVID-19. Lalu sempat terjadi penurunan kasus di DIY, sehingga nakes yang tadinya merawat pasien COVID-19, kemudian dialihkan merawat pasien regular. Sekarang kasus naik lagi, maka dipindahkan lagi untuk merawat pasien COVID-19,” jelas Aji di Yogyakarta, Minggu (20/6).

Baca Juga:

DPRD DIY Dukung Wacana Sri Sultan Berlakukan Lockdown Total

Pemda juga meminta rumah sakit segera melengkapi peralatan dan sarana ruangan reguler agar sesuai standar perawatan pasien COVID-19.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menjelaskan, dua rumah sakit utama rujukan COVID-19 yakni RSUP Sardjito dan RSUP Harjolukito sudah menambah bed sebanyak 30 persen dari jumlah yang ada.

"Kondisi jumlah bed, yang tadinya 941, dengan tambahan yang ada, sekarang bed yang ada menjadi 1224 khusus untuk COVID-19," jelas Sri Sultan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (masker item) saat divaksin COVID-19. (Foto: MP/Teresa Ika)
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (masker item) saat divaksin COVID-19. (Foto: MP/Teresa Ika)

Sementara tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) baik isolasi maupun ICU di RS Rujukan COVID-19 DIY mencapai 65,44 persen.

Sri Sultan kembali menekankan masyarakat lebih mengurangi mobilitas. Tanpa kesadaran dari individu sulit bagi pemda mengendalikan COVID-19.

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Melonjak, Sejumlah Destinasi Wisata DIY Tutup di Akhir Pekan

Penambahan kasus positif COVID-19 pada Minggu (20/06) mencapai rekor tertinggi yakni 665 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 52.641 kasus. Penambahan kasus sembuh sebanyak 280 kasus, sehingga total sembuh menjadi 45.635 Kasus.

Penambahan kasus meninggal sebanyak 15. Total meninggal menjadi 1367 kasus.

Di samping itu, RT yang berada di zonasi merah mencapai 19 RT dan yang berada di zonasi oranye mencapai 61 RT. (Knu)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Meroket, Pemda DIY Batalkan Belajar Tatap Muka

#Yogyakarta #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Pengunjung melihat berbagai koleksi alat musik Gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi di Museum Mbah Maridjan Desa Kinarejo, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Berita Foto
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Berita Foto
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Pengunjung berbincang dengan petugas saat kunjungan ke Griya Batik Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Bagikan