Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pilgub Kalbar

Diusung PDI Perjuangan di Pilgub Kalbar, Bagaimana Peluang Karolin-Suryatman?

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 07 Januari 2018
Diusung PDI Perjuangan di Pilgub Kalbar, Bagaimana Peluang Karolin-Suryatman?

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (MP/John Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Karolin Margret Natasa bagi PDI Perjuangan seperti sosok kunci di wilayah Kalimantan Barat. Bupati Landak yang juga mantan anggota DPR itu tak lain adalah putri Gubernur Kalbar Cornelis.

Demi mengamankan Pilgub Kalbar, PDI Perjuangan mengusung Bupati Landak Karolin Margret Natasa dan Bupati Bengkayang Suryatman Gidot sebagi cagub dan cawagub.

"Ini satu-satunya perempuan, dia sudah lama masuk PDIP. Kecil-kecil cabe rawit. Saya bilang Karolin ini Cornelis perempuan, lebih galak dari bapaknya," kata Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Karolin merupakan putri dari Gubernur Kalimantan Barat Cornelis yang sudah menjabat dua periode, merupakan seorang dokter yang beralih menjadi politisi dan terjun ke dunia politik sebagai juru kampanye pada 2009.

"Pernah waktu itu dia lagi hamil pada 2009 naik turun panggung untuk kampanye, sampai saya yang takut lagi hamil begitu saya bilang sudah pulang saja kamu dari pada nyusahin," ujar Mega.

Megawati sebagaimana dilansir Antara mengatakan, meski Karolin masih berusia muda namun telah menorehkan prestasi antara lain sebagai bupati terbaik se-Kalimantan pada 2017.

Sementara Suryatman Gidot yang dipasangkan sebagai cawagub, merupakan Bupati Bengkayang dua periode dan sebelumnya anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan.

Saat pendeklarasian, Karolin dan Suryatman mengenakan pakaian adat Kalimantan dilengkapi dengan hiasan kepala dari manik-manik khas Dayak.(*)

#Megawati Soekarnoputri #PDI Perjuangan #Pilgub Kalbar 2018 #Pilkada 2018
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
PDIP tidak melihat rencana Kaesang sebagai sesuatu yang perlu ditanggapi secara khusus.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua PDIP Jateng: Kami di Jalan Menuju Kemenangan
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan