Diundang WHO, Bocah Penjual Kopi Ungkap Kekerasan Anak di Panti Sosial

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 14 Oktober 2017
Diundang WHO, Bocah Penjual Kopi Ungkap Kekerasan Anak di Panti Sosial

Monica (kiri) bersama Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag DIY Nadhif (kanan), sebelum terbang ke Kanada. (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - World Health Organization (WHO) bakal mengundang Monica, anak penjual kopi sebagai pembicara tentang kekerasan anak di panti sosial.

Bocah yang merupakan siswi dari siswi Madrasah Tsanawiah (MTs) Yapi Sleman, DIY, bakal menjadi pembicara di acara WHO ke-8 di Ottawa, Kanada, pada 19-20 Oktober 2017 mendatang.

Meski merupakan anak dari seorang penjual kopi, Monica diminta WHO untuk memaparkan hasil tulisannya di acara bertajuk The World Health Organization 8th Millestone of Global Campaign for Violance Prevention.

Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Nadhif yang bertemu Monica di sekolahnya mengatakan, dalam forum WHO nanti, Monica akan menjelaskan perilaku kekerasan yang diterima anak-anak yang berada dalam yayasan sosial.

"Lebih kepada perspektif si anak tentang kekerasan. Dia juga akan menceritakan pengalamannya menghadapi kekerasan, yang dialami di dalam maupun di luar panti sosial," kata Nadhif melalui keterangan pers yang diterima Merahputih.com pada Jumat (13/10).

Monica, kata Nadhif, juga akan memaparkan bagaimana upaya yang bisa dilakukan korban, pemerintah, dan orang-orang sekitar panti untuk menghentikan kekerasan tersebut. Temasuk turut menceritakan lika-liku kisah hidupnya sebagai anak penjual kopi.

Hasil tulisan Monica sebagian besar didapatkan dari kisah hidupnya sehari-hari. Seperti diketahui, akibat kesulitan ekonomi, Monica dan sang ibu hidup terpisah jauh.

Ibu Monica, Purwanti menitipkan sang anak ke madrasah di Sleman, DIY. Sementara Purwanti, hidup di Jakarta dan bekerja serabutan, antara lain sebagai penjual kopi keliling.

Sehari-hari, Monica tinggal di asrama yang berada tak jauh dari madrasah tempat dia bersekolah. Asrama itu berada di Dusun Labasan, Pakembinangun, Pakem Sleman.

Asrama ini amatlah sederhana dan di berada di dalam pelosok. Walau himpitan ekonomi dan keadaan hidup yang pas-pasan, namun semangat Monica untuk menimba ilmu dan belajar tak surut.

Terbukti, dia memenangi lomba penulisan esai yang diadakan Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang merupakan bagian dari organisasi Save The Children di Indonesia. Lomba esai inilah yang mengantarkannya menjadi perwakilan Indonesia satu-satunya menjadi pembicara diajang kampanye antikekerasan tersebut.

Nadhif mengatakan, Monica sudah bertolak ke Jakarta beberapa hari lalu untuk mengurus administrasi dan perizinan agar bisa terbang ke Kanada. (*)

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca berita terkait Yogyakarta lain di: Warga Yogyakarta Gelar Kenduri Rayakan Pelantikan Gubernur DIY

#WHO
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Indonesia
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Tenaga ahli pemantauan dan pengendalian hewan pengerat telah dikerahkan untuk membantu warga dalam upaya pencegahan penyebaran virus.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Taipei Umumkan Satu Orang Meninggal Diduga Akibat Hantavirus
Dunia
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Nasib kapal MV Hondius memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang yang bepergian di atasnya meninggal dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
WHO Sebut Mungkin akan Muncul Lebih Banyak Kasus Hantavirus, Tetap Terkendali asalkan Langkah Pencegahan Cepat Dilakukan
Indonesia
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan melintasi Samudra Atlantik
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
Indonesia
Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Otoritas kesehatan ini tengah berpacu melacak puluhan orang yang baru turun dari kapal berbendera Belanda MV Hondius.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
 Hantavirus Mewabah di MV Hondius, WHO: ini bukan Awal Pandemi
Bagikan