Dituding Ingkari Kontrak Politik Rakyat Trenggalek, Ini Tanggapan Emil
Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Emil Dardak (tengah) didampingi Ketua DPD Partai Golkar Jatim Nyono Suharli Wihandoko (kiri) menunjukkan surat rekomendasi Partai Golkar. (ANTARA FOTO/Retno Esnir)
MerahPutih.com - Bupati Trenggalek Emil Dardak membantah tudingan sejumlah pihak yang menilainya telah mengingkari kontrak politik ketika telah memutuskan maju bursa pemilihan gubernur pada Pilkada Jatim 2018 mendampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.
"Saya rasa semua kembali pada bagaimana kita menginterprestasikan itu. Yang kami utamakan adalah melaksanakan tugas dengan integritas. Artinya, jujur artinya sesuai prosedur dan tidak menyalahgunakan jabatan, itulah esensi utama pada saat kami dilantik," kata Emil seperti dikutip dari Antara di Trenggalek, Jumat (24/11).
Dalam penjelasannya, Emil memang tidak serta-merta menyampaikan bantahan terkait tudingan pengingkaran kontrak politik yang dilontarkan sejumlah pihak, khususnya PDIP selaku partai pengusung.
Menurut suami artis Arumi Bachsin tersebut, langkah politiknya untuk maju bursa Pilkada Jatim justru akan berdampak positif bagi Trenggalek selaku bagian dari entitas wilayah yang saling berkaitan di pesisir selatan Jawa Timur maupun dengan kabupaten/kota lainnya.
"Ada satu pertimbangan yang sangat matang yang kami ambil sejak beredarnya nama kami, walaupun kami belum bisa jawab saat itu. Tetapi kami sudah melakukan beberapa pertimbangan-pertimbangan, melihat apa yang terbaik bagi Trenggalek," katanya.
Emil beralasan, Trenggalek yang masih terbelakang secara ekonomi tidak bisa dibangun dengan perspektif individu.
Sebaliknya, kata dia, memajukan perekonomian, sosial maupun budaya di daerah asal leluhurnya itu harus dengan perspektif satu kesatuan wilayah, baik sinergi lintas wilayah, sinergi lintas kabupaten, bahkan dalam hal pelayaran memerlukan sinergi lintas provinsi.
"Di Trenggalek ini, setengah wilayahnya lebih adalah hutan. Selain itu, Trenggalek juga memiliki 100 kilometer garis pesisir," katanya.
Fakta itu menjadi dasar pertimbangan Emil yang menyadari bahwa penanganan persoalan pembangunan di Trenggalek, sebagian kewenangan justru sudah ada di level provinsi.
Emil menegaskan keinginannya untuk membangun SDM-SDM yang connect, link and match dengan perkembangan industri-industri prioritas, misal terkait dengan keberadaan SMK yang juga di bawah kewenangan provinsi.
"Jadi saya lihat, bagaimana kami bisa berkontrobusi untuk Trenggalek, kami pertimbangan semua itu. Dan ternyata para kiai dan nyai jauh-jauh datang ke Jakarta untuk memberikan amanah itu (menjadi cawagub Jatim dampingi Khofifah Indar Parawansa), sehingga keputusan ini akhirnya kami ambil," katanya.
Mengenai program kerja sebagai kepala daerah di Kabupaten Trenggalek yang dianggap tidak tuntas, Emil beralasan bahwa bersama Wabup Arifin (Mochamad Nur Arifin) telah melakukan langkah-langkah fundamental yang punya andil sangat besar untuk membuat Trenggalek bisa 'lepas landas'.
"Masalah program-program, ada yang mengatakan program tidak tuntas. Menurut saya, salah, pembangunan adalah sesuatu yang berkesinambungan. Itu salah besar," katanya.
Tiga capaian yang sempat disebut Emil sebagai buah kinerja selama kepemimpinannya antara lain adalah pembangunan JLS (jalur lintas selatan) yang saat ini sudah mencapai tahap izin pinjam pakai dengan Kementerian Kehutanan, pelabuhan perintis di Teluk Prigi yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan, serta pembenahan struktural dalam tata pemerintahan sehingga Trenggalek bisa mencapai nilai akuntabilitas kinerja dan laporan keuangan yang lebih akuntabel.
"Hal-hal seperti ini, tentunya adalah hal-hal (fakta) yang sangat penting. Sehingga untuk mengatakan tuntas atau tidak tuntas bukanlah sesuatu yang bisa dilihat secara sederhana," katanya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Maidi Resmi Tersangka OTT KPK, Khofifah Tunjuk F Bagus Jadi Plt Walkot Madiun
Strategi Jitu Khofifah dan Serikat Buruh Dukung Marsinah Dapatkan Gelar Pahlawan Nasional, Turun Gunung Cari Data Anti Hoaks ke Sumber Asli
Ini Yang Dicari KPK dari Pemeriksaan Khofifah
Khofifah Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK di Polda Jatim
Hari Ini, KPK Periksa Gubernur Khofifah di Mapolda Jatim
Besok, KPK Periksa Khofifah di Polda Jatim terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah
KPK Bantah Isu Takut Periksa Khofifah dan RK, Ini Alasan Keduanya Belum Dipanggil
Khofifah Manut KPK, Tunggu Jadwal Pemanggilan Ulang Terkait Korupsi Dana Hibah
Panggilan Pertama Khofifah Keluar Negeri Wisuda Anaknya, KPK Harap Jadwal Kedua Bisa Klop
KPK Panggil Gubernur Jatim Khofifah Terkait Korupsi Dana Hibah