Ditolak Pemprov Riau, Puluhan Anak Buah Anies 'Dilempar' ke Kalimantan Tengah
Sekda Kalteng (kanan) usai mengikuti shalat istisqa di Masjid Darussalam, Palangka Raya, Kamis, (19/9) (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Merahputih.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah mendapat informasi bahwa bakal mendapat bantuan satuan petugas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari Jakarta yang dialihkan dari Riau.
"Memang kami ada menerima informasi itu, namun hingga saat ini belum ada komunikasi yang dilakukan. Semuanya akan kami sampaikan kepada pimpinan," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri di Masjid Darussalam Palangka Raya, Kamis (19/9).
Baca Juga:
Bantuan Ditolak, Anies: Kami Ngirim ke Pemerintah Pusat Bukan Provinsi Riau
Selain informasi tersebut, pemprov Kalteng juga sudah mendapatkan informasi bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga akan mengirimkan petugas untuk melakukan survei ke lapangan terkait pelaksanaan bantuan sekolah sehat.
Bantuan sekolah sehat itu, dialokasikan untuk 10 ruangan, berupa bantuan kipas angin, penutup kaca maupun ventilasi dan peralatan yang diperlukan lainnya. Namun terkait rencana dan kedatangan tersebut, pemprov juga masih belum ada melakukan komunikasi secara langsung.
Lebih lanjut Fahrizal mengungkapkan, saat ini pemprov telah menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat, untuk dilakukannya penambahan bantuan peralatan pemadam kebakaran.
"Bantuan peralatan yang kami usulkan seperti tangki dengan kapasitas 16 ton, 10 ton hingga 5 ton, termasuk berbagai perlengkapan pendukung lainnya untuk pemadaman," ungkap dia.
Dia mengatakan apabila telah dipenuhi dan sudah diterima, maka akan didistribusikan kepada seluruh wilayah di Kalteng, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. Selain itu, pihaknya juga telah meminta bantuan personel tambahan kepada pemerintah pusat.
Baca Juga:
Fahira Idris Pertanyakan Anak Buah Anies yang Ditolak Bantu Padamkan Karhutla
Sementara itu terkait kebijakan libur sekolah, sebagaimana dikutip Antara, pemprov masih akan melihat dan mengevaluasi kondisi kabut asap dalam satu hingga dua hari kedepan. Apakah nantinya masa libur sekolah kembali diperpanjang ataukah tidak.
"Kami akan sesuaikan kondisi nantinya, apakah kabut asap masih tebal maupun pekat ataukah sudah berkurang. Yang jelas, dalam hal itu kami tentu mengutamakan kesehatan para peserta didik," tuturnya. (*)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Kebakaran Gambut Aceh Makin Parah, BPBD Sulit Atasi Tiupan Angin
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Anies Baswedan Doakan Prabowo di Usia ke-74: Semoga Diberi Petunjuk dan Ketetapan Hati dalam Memimpin Bangsa
Jam Kerja Dipangkas Imbas Kelangkaan BBM, Pegawai SPBU Shell Ngeluh di Depan Anies Baswedan
Ultah ke-62 Iriana, Anies Kirim Kado Anggrek ke Rumah Jokowi
Prabowo: Terus Terang Aja Loh, Saya Tuh Nggak Dendam Sama Anies
[HOAKS atau FAKTA]: Negara dalam Keadaan Darurat, Anies Siap Gantikan Prabowo Jadi Presiden RI