Diterjang Badai Cempaka, Gubernur DIY Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 29 November 2017
Diterjang Badai Cempaka, Gubernur DIY Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

Tim SAR membantu warga melewati titik longsor di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (29/11). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menetapkan status siaga darurat bencana pada Rabu (29/11). Penetapan status ini menyusul rentetan bencana yang timbul di Yogyakarta akibat badai cempaka pada Selasa (28/11).

"Status jadi siaga darurat bencana. Karena berdasarkan perkiraan BMKG, hujan ektrem akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan," tegas Sri Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Usai menetapkan status siaga darurat bencana, Sri Sultan HB X memperbolehkan pemerintah kabupaten atau kota menggunakan dana cadangan tidak terduga untuk mitigasi bencana. Jika masih belum mencukupi, dana tak terduga milik Pemerintah Provinsi juga bisa dipakai.

"Dana itu bisa dipakai untuk memperbaiki dan menolong para korban bencana," jelas Sultan.

Di tempat yang sama, Plt Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno menjelaskan sebelum ditetapkan ditingkat provinsi, ada tiga Kabupaten di DIY yang menetapkan status siaga darurat bencana yakni Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo.

"Bantul malah sekarang sudah naikkan status jadi tanggap darurat bencana. Karena warga terdampaknya paling banyak. Gunungkidul akan menyusul dalam waktu dekat," kata Krido.

Berdasarkan catatan laporan sementara BPBD DIY, tercatat ada sekitar 1.550 pengungsi yang tersebar di tiga titik di Kabupaten Bantul.

"Titik posko pengungsian ada di Kantor Kecamatan Imoggiri, Balai Desa kebon Agung,dan Balai desa imogiri. Paling banyak ada di Kebon Agung dengan jumlah pengungsi 750 jiwa," jelas Krido.

Warga mengungsi karena rumahnya tergenang banjir dan tanah longsor. BPBD DIY pun telah mengirimkan sejumlah logistik serta membuka dapur umum di posko pengungsian.

Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Senin (27/11) mendeteksi siklon tropis atau badai cempaka yang tumbuh sangat dekat dengan pesisir selatan Pulau Jawa.

Dampak dari badai cempaka yaitu cuaca ekstrem tiga hari ke depan. Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Dampak Badai Cempaka, Empat Orang Meninggal Dunia Terkena Longsor

#Yogyakarta #Badai
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Pengunjung melihat berbagai koleksi alat musik Gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi di Museum Mbah Maridjan Desa Kinarejo, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Berita Foto
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Berita Foto
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Pengunjung berbincang dengan petugas saat kunjungan ke Griya Batik Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Dunia
Badai Lowell Hantam Hawaii, 1 Orang Tewas
Seorang pria tunawisma di Oahu dikabarkan tewas setelah sebuah pohon tumbang menimpa tenda tempat ia tinggal.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
 Badai Lowell Hantam Hawaii, 1 Orang Tewas
Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Dunia
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
setidaknya 124 ribu keluarga atau 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Filipina hingga Minggu pukul 18:00 waktu setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Bagikan