Inspirasi

Diskon, Kunci 'Survive' Bisnis Jasa Foto di Masa Pandemi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 11 Desember 2020
Diskon, Kunci 'Survive' Bisnis Jasa Foto di Masa Pandemi

Mulai dari hobi menjadi pekerjaan (Foto: instagram/@galuhprasetyai_)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DAMPAK pandemi sangat terasa di dunia bisnis barang dan jasa. Menjalani sebuah bisnis jasa tentu tidak bisa dipandang sebelah mata, begitu pula dengan bisnis jasa foto.

Banyak orang yang mulanya sekedar hobi foto dan mengeditnya, kemudian beralih menjadi pebisnis jasa foto. Jasa foto memang banyak dibutuhkan, karena setiap orang ingin momen istimewanya terdokumentasi dengan baik.

Baca juga:

3 Cara Survive Dari Teman yang Diam-Diam Nawarin Asuransi

Tetapi, di masa pandemi ini para pelaku bisnis mengoptimakan pemasaran digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumennya. Jasa foto saat ini makin banyak, membuat persaingan semakin membara.

Galuh Prasetya Ilhamy pebisnis jasa foto sejak 2016. (Foto: Instagram/@galuhprasetyai_)

Karena itu, para pebisnis jasa foto berlomba-lomba menghasilkan foto dan editan terbaik dan mempromosikan dengan harga yang bersahabat hasil pejabat.

Untuk memulai bisnis ini memang tidak dengan modal sedikit. Tetapi, dapat dilakukan dengan modal terbatas. Misalnya dengan menyewa peralatan dan memulainya dengan satu kamera, atau join dengan komunitas-komunitas fotografi.

Hal ini dirasakan Galuh Prasetya Ilhamy, seorang pebisnis jasa foto yang sudah merintis sejak 2016 dengan partner bisnisnya. Galuh berpisah dengan partnernya dan membuka jasa foto sendiri. Meskipun saat ini semakin banyak jasa foto, Galuh bisa mengatasi persaingan bisnis dengan cara ampuh.

Demi menjaga bisnis jasa fotonya bisa tetap survive, Galuh melakukan berbagai upaya. Bagi Galuh yang terpenting dalam berbisnis jasa foto adalah keahlian dalam menghasilkan foto terbaik. Ia tidak pernah mengadakan virtual photoshoot seperti jasa foto lainnya. Alasannya agar hasil foto lebih maksimal.

Menjaga hasil foto yang baik menjadi prioritas utama. (Foto: Instagram/@galuhprasetyai_)

"Menurut gue foto ketemu orangnya langsung itu lebih enak buat ngarahin dan memaksimalkan gaya dia," ucap Galuh saat di hubungi Merahputih.com.

Menjaga hasil foto yang baik jadi prioritas Galuh. Selain itu, ia memanfaatkan beberapa orang yang membuka bisnis karena dampak pandemi. "Meskipun gue buka jasa foto prewedding, wedding, wisuda, sekarang gue jadi buka jasa foto produk. Gue megang coffee shop, brand baju lokal punya temen gue," ujar Galuh.

Untuk mengisi waktu luang, Galuh selalu melatih kemampuannya dalam berfoto. Bahkan, ia kerap menerima job orang-orang yang iseng ingin difoto. "Kadang gue juga sih yang nyari orang buat iseng-iseng ngelatih skill gue, jadi gue yang bayar modelnya," tambahnya.

Baca juga:

Cara Survive Bertemu Calon Mertua

Sebagai seorang pebisnis jasa foto yang awalnya hanya karena hobi, Galuh terbilang gigih dan pantang menyerah untuk mempromosikan jasanya tersebut selama pandemi. Galuh berani untuk menebar diskon jasa fotonya kepada pelanggan.

Di masa pandemi ini jasa foto memang untung-untungan. (Foto: Instagram/@galuhprasetyai_)

"Buka jasa foto dengan memberikan diskon itu cukup ngaruh dan membantu orang-orang yang baru buka usaha dan butuh jasa foto produk," paparnya.

Otomatis, diskon membuat banyak orang menggunakan jasanya. Omzet usahanya itu jadi melonjak. Dari yang mulanya hanya Rp500 ribu-Rp800 ribu, kini Galuh mampu meraih omzet jutaan rupiah setiap bulannya.

Bagi Galuh, berbisnis harus berani dan tidak boleh takut. Belajar dari pengalaman dan kesalahan ialah 'guru' bisnis bagi Galuh. "Untuk menjadi manusia paling tangguh, kamu harus terjatuh untuk membangun kembali sebuah harapan yang baru," pesannya. (ans)

Baca juga:

Kiat Survive Menghadapi Cyberbullying

#Inspirasi #Bisnis #Desember Survive
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
 Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
  Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Olahraga
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Marcus Rashford menarik Rp 193 miliar dari bisnisnya, menjelang ia meninggalkan Manchester United.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Indonesia
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Bagikan