MerahPutih.com - Pilpres 2024 masih tiga tahun lagi, tetapi suhu politik di internal PDIP saat ini mulai memanas. Masalah internal itu makin rumit setelah banyak kader PDIP secara terbuka mendukung Ganjar Pranowo maju sebagai Capres 2024, disebut celeng oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sekaligus kader PDIP Solo menyatakan pihaknya mendukung pernyataan Ketua DPC PDIP FX Hadi Rudyatmo terkait barisan celeng.
Baca Juga
Kader PDIP Berhak Dukung Ganjar Meski Tidak Direstui Megawati
"Pilpres 2024 masih jauh sehingga belum layak dibicarakan sekarang. Statement yang telah dikeluarkan beliau (Rudy) sangat menyejukkan yang kemarin agak panas," kata Gibran di Balai Kota, Jumat (15/10).
Gibran menegaskan dirinya saat ini hanya fokus pada penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi Solo. Dirinya membenarkan sering bertemu serta dekat dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Terbaru, Gibran menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang bersama Wali Kota Bogor Bima Arya, Kamis (14/10). "Saya bertemu dengan Pak Gubernur itu urusan pekerjaan. Tidak ada kaitanya dengan politik," ujar putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.
Baca Juga:
Perseteruan Celeng vs Banteng Memanas, Ganjar Diminta Turun Tangan
Suami Selvi Ananda ini mengatakan Gubernur Jateng adalah sosok senior dan mentor. Disinggung terkait dekatnya dengan Ganjar akan disebut barisan celeng, dia tidak mempersoalkannya. "Lah memange aku celeng? (Apa aku seperti celeng?," jawab Gibran sambil tertawa.
Gibran mengatakan banyak hal yang harus dibicarakan dengan Gubernur Jateng itu. Ia mencontohkan terkait Taman Balekambang status tanah milik Pemprov Jateng, sedangkan Pemkot mau membenahinya. "Ini bukan masalah dukung mendukung atau apalah, beliau (Ganjar) itu atasan saya sebagai Gubernur Jateng," katanya.
Baca Juga:
Isu Banteng Vs Celeng Berpotensi Digoreng Lawan Politik PDIP Sampai Kering
Diberitakan sebelumnya, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo angkat bicara dengan menyebut ucapan Bambang Wuryanto soal istilah celeng tidak pernah memakai logika berpikir. "Itu (Bambang) seharusnya membuat istilah celeng tidak pernah memakai logika berpikir," ujar Rudy, Kamis (14/15).
Rudy mengemukakan konotasi istilah celeng tidak semua negatif. Ia mengingat pesan orang tua yang menyebut jika jalan jangan seperti celeng lurus.
"Pesene wong tua nek mlaku mbuk aja kayak celeng (kalau jalan jangan seperti celeng). Celeng itu kan jalannya lurus, sehingga kalau yang mendeklarasikan itu ya sesungguhnya tegak lurus," ucap Rudy.
Menurut Rudy, apapun yang dilakukan kader sekarang kalau Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri memutuskan A, pasti yang disebut celeng-celeng ini juga akan ikut A. "Saya berharap, sudahlah (Bambang Pacul) tidak perlu mengomentari deklarasi-deklarasi siapapun," tegas dia. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Ketua DPC Solo: Kader PDIP Yang Disebut Celeng Untuk Tidak Putus Asa