MerahPutih.com - Perwakilan Warga Bandengan Utara dan Selatan berharap Dinas Perhubungan (Dishub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengkaji ulang Soal Penutupan Perlintasan Sebidang. Pasalnya, uji coba penutupan Rel kereta api di Jalan Bandengan Utara dan Bandengan Selatan mendapat keluhan dari warga sekitar.
Perwakilan warga Bandengan Utara Miftahul Munir mengatakan, perlintasan kereta api di Bandengan Utara dan Bandengan Selatan tersebut, menjadi jalan utama warga.
Untuk itu, Munir meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang penutupan jalan tersebut. Sebab, pemerintah tidak bisa asal menutup tanpa dasar yang pasti.
"Ini ditutup ada apa?, perlintasan kereta api yang ditutup itu jika sering terjadi kecelakaan, atau menyebabkan kemacetan panjang. Nah di Bandengan ini tidak ada bahkan tidak pernah terjadi," ujar Munir di dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/10).
Dia pun menilai, di perlintasan kereta api itu sangat aman dan juga memastikan tak ada warga yang berani melanggar atau menerobos perlintasan kereta api tersebut.
"Kalau mau ditutup Kawasan Angke tuh di sana palang pintunya aja pendek, banyak warga nerobos dan kecelakaan Metro Mini vs Kereta akhir Desember 2015," bebernya.
Munir menuturkan, pascapenutupan perlintasan kereta api tersebut justru berdampak negatif bagi warga dan kondisi jalanan.
"Warga banyak yang melakukan lawan arah jika ingin naik ke flay over baik dari arah Utara maupun dari arah Selatan," ungkapnya.
Untuk diketahui, penutupan rel kereta api itu mengacu pada Perpres 83 tahun 2011 ada penugasan PT KAI untuk membangun akses kereta api bandara dan circular line, di mana harus elevated.
Penutupan rel tersebut kerap mendapatkan penolakan, seperti halnya di beberapa lokasi di Jakarta yakni Roxy, Bandengan Utara dan Selatan dan Rawa Buaya Jakarta Barat. (Asp)
Baca juga berita terkaut penutupan jalan karena rel kereta di: Polisi Tangkap 17 Pencuri Rel Kereta Api

