MerahPutih Bisnis- Tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa produk yang dijajakan di pasar tradisional Tanah Abang merupakan produk impor dari Tiongkok, khususnya kemeja, kaos, tas. Padahal, pusat perbelanjaan yang berlokasi di Jakarta Pusat ini terkenal dari Sabang sampai Merauke dijejali barang-barang impor, yang mematikan barang produksi lokal.
Harga barang impor selisihnya memang tidak terlalu mahal dari barang produksi lokal. Baju tidur yang di impor dari negara komunis adalah salah satu contohnya betapa lebih murahnya baju impor dibanding baju tidur lokal. Jika baju tidur impor dihargai Rp 17 ribu hingga Rp 65 ribu maka baju tidur lokal dibanderol dengan harga Rp 38 ribu hingga Rp 96 ribu. Hal inilah yang dialami oleh toko Aneka Jaya.
Harga baju tidur impor ini berbeda dengan barang-barang impor lainnya, yang biasanya lebih mahal dari barang lokal. Namun, tetap saja tidak banyak orang yang tahu tentang membanjirnya barang-barang impor di sejumlah toko, yang ada di pasar Tanah Abang ini. Contohnya, seorang Satpam, Zainal, pasar Tanah Abang tidak mengetahui bahwa ditempat kerjanya ini banyak produk impor Tiongkok. Padahal ia telah bertugas selama empat tahun. Begitupula dengan penjual nasi yang juga tidak mengetahui masuknya barang impor dari Tiongkok
"Serius tidak tahu mas. Saya kan sudah empat tahun bertugas di sini,” kata Satpam. (HUR)