MerahPutih Nasional- Kepala Basarnas Pusat, Marsekal Madya, FHB Soelistyo tidak terima jika ada yang mengatakan bahwa Tim Sar tidak steril dalam mengevakuasi jenazah yang menjadi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Sebab, kata dia, saat Tim Sar melakukan evakuasi terhadap jenazah menggunakan cold storage.
"Kata-katamu kurang halus, kalimat yang santun. Kurang steril gimana wong kita ada cold storage juga. Kemudian anak-anak Basarnas itu, yang menyangkut penerimaan jenazah," kata Soelistyo saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Menurut Sulistyo, pihaknya sudah memakai perlengkapan saat melakukan evakuasi terhadap jenazah yang menjadi korban kecalakaan pesawat jurusan Surabaya-Singapura itu. perlengkpan yang dipakai, kata dia, berupa sarung tangan khusus dan pakaian khusus."Kalau menurut saya sudah memenuhi standar," pungkasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan sebagai operasi pokok evakuasi, ada tindakan awal saat Tim Sar hendak melakukan evakuasi saat hari pertama sampai hari ke tujuh. Dengan demikian, tidak mungkin Tim Sar melakukan evakuasi apabila jenazahnya belum ditemukan.
"Kalau Sabtu-Minggu (kemarin) kita tidak menemukan apa-apa. Itu baru kita melakukan evaluasi. Kalau sekarag itu fokus kita bukan itu. Kita sudah sukses dalam tiga hari itu. Sekarang proses kita evakuasi, sehingga saya perhitungkan antara efektifitas operasi evakuasi dengan hasil yang kita capai. Tentu saya harus memenuhi juga harapan keluarga, Kalau dalam waktu masih efektif kita bisa memberikan temuan pada keluarga korban itu. Artinya saya sudah melakukan yang terbaik," tutup Soelistyo. (HUR)