Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD

Discus rilis album format CD. (foto: dok/discus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah lebih dari dua dekade hanya dikenal sebagai rekaman legendaris di kalangan penikmat progressive rock di Indonesia maupun mancanegara, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival, Pratteln, Swiss, akhirnya resmi dirilis dalam format compact disc (CD).

Album live bertajuk Live in Switzerland 2005 resmi meluncur pada 17 Juli 2026 melalui kolaborasi Discus dengan label rekaman demajors, membuka akses yang lebih luas bagi publik untuk menikmati salah satu dokumentasi konser paling bersejarah dalam perjalanan band tersebut.

Bertepatan dengan hari perilisannya, Discus menggelar acara peluncuran album di Gramedia Jalma, Melawai, Jakarta Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, pengunjung diajak mengikuti listening session, menyaksikan pemutaran video penampilan Discus di Swiss, membeli CD secara langsung, berbincang dengan para personel mengenai proses dan perjalanan album, hingga mendapatkan tanda tangan mereka.

Baca juga:

Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming

Merekam Penampilan Bersejarah di ProgSol Festival 2005

Live in Switzerland 2005 mendokumentasikan secara utuh aksi panggung Discus saat tampil di ProgSol Festival 2005, salah satu festival progressive rock paling bergengsi di Eropa yang digelar di Pratteln, Swiss.

Penampilan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasional Discus. Sejak akhir 1990-an, band ini dikenal sebagai salah satu grup progressive music paling khas dan inovatif yang lahir dari Asia.

Nilai historis album ini semakin kuat karena kualitas audionya. Proses perekaman konser dilakukan langsung oleh Jürg Naegeli, mantan bassist band rock asal Swiss, Krokus, yang kemudian membangun reputasi sebagai salah satu sound engineer terbaik di negaranya.

Selama bertahun-tahun, dokumentasi konser tersebut hanya beredar di kalangan terbatas sehingga sulit diakses publik.

Kini, setelah melalui proses kurasi dan restorasi, rekaman itu akhirnya resmi dirilis sebagai album live yang mampu menghadirkan kembali atmosfer dan energi panggung Discus pada masa keemasan perjalanan mereka.

Baca juga:

Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang

Sebelum dirilis secara luas, Live in Switzerland 2005 hanya tersedia sebagai bagian dari box set eksklusif yang diterbitkan Diskunion di Jepang pada 2024.

Rilisan tersebut memperoleh respons positif dari komunitas progressive music dunia dan bahkan sempat menjadi salah satu produk terlaris.

Melalui kerja sama dengan demajors, album ini kini hadir sebagai rilisan mandiri sehingga dapat dinikmati oleh lebih banyak pendengar, baik di Indonesia maupun di berbagai negara.

Perilisan Live in Switzerland 2005 juga menandai babak baru perjalanan Discus yang kembali aktif berkarya.

Di sisi lain, album ini menjadi bentuk penghormatan kepada para personel Discus yang telah berpulang, yakni Anto Praboe, Kiki Caloh, dan Eko Partitur, atas kontribusi mereka dalam perjalanan panjang band tersebut. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Bagikan