Diprotes, Relawan Gatot Minta Maaf Terkait Ucapan Selamat kepada BPN Prabowo-Sandi
Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo (Foto: MP/Fadhli)
MerahPutih.Com - Relawan Gatot Nurmantyo yang tergabung dalam Jaringan Nasional Garda Depan (Jagad) Relawan Gatot Nurmantyo for NKRI menyatakan bertanggung jawab atas ucapan selamat kepada BPN Prabowo-Sandi yang membuka Kantor Pusat BPN di Sumber Solo.
Pengurus Jagad, Agus Yusuf dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan permintaan maaf kepada Gatot Nurmantyo lantaran telah mencatut nama purnawirawan jenderal bintang empat tersebut.
"Pada spanduk itu, terdapat logo Jagad, foto Ketua Presidum Nasional Jagad Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo," kata Agus Yusuf, salah satu Ketua Presidium Nasional Jagad, di sela acara konferensi pers menanggapi soal spanduk Jagad, di Solo, Selasa (15/1).
Menurut Agus, pihaknya memohon maaf kepada Gatot Nurmantyo yang selalu melekat bersama semua jajaran pengurus Jagad Relawan Gatot Nurmantyo For NKRI di seluruh Indonesia.
Selain itu, pihaknya juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat, dan BPN Prabowo-Sandi serta Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, terkait soal pemasangan spanduk pemberian ucapan selamat peresmian kantor pusat BPN Prabowo-Sandiaga di Solo.
"Kami (Jagad) memasang spanduk itu bermaksud memberikan ucapan selamat atas diremsikan kantor BPN Prabowo-Sandi di Solo. Hanya sebatas memberikan ucapan selamat, sebagaimana ucapan selamat yang juga dikirimkan oleh PDIP dalam bentuk karangan bunga," kata Agus.
Ia menjelaskan, soal munculnya tanggapan dan statemen beberapa tokoh nasional dari BPN dan TKN di media maka spanduk ucapan selamat tersebut sudah diambil atau diturunkan.
"Kami dari Jagad yang memasang spanduk ucapan selamat dan sukses atas diresmikan kantor BPN Prabowo-Sandi di Solo, dan tidak perlu diusut tuntas. Kami dari Jagad siap bertanggungjawab," kata Agus.
Selain itu, kata Agus Yusuf sebagaimana dilansir Antara, spanduk itu bukan BPN yang memasang, tapi Jagad Relawan Gatot Nurmantyo For NKRI sebagaimana ucapan selamat dari PDIP, dan pihaknya siap bertanggung jawab. Jagad relawan Gatot Nurmantyo For NKRI hingga sekarang belum bersikap terkait dukungan dalam Pilpres 2019. Meskipun, dalam acara di sebuah televisi nasional Gatot Nurmantyo menyatakan membebaskan kepada sembilan organisasi relawan nasional untuk mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres 2019.
"Bapak Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, karena tidak maju dalam Pilpres 2019, maka beliau membebaskan para relawan mau kemana," kata Agus.
Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para relawan di 34 provinsi di Indonesia, untuk melakukan rapat koordinasi nasional ke-2 dalam rangka suksesi kepemimpinan nasional yang akan digelar pada Februari mendatang. Jagad Relawan Gatot Nurmantyo For NKRI menggelar Rakornas pertama yang diikuti pengurus relawan dari 28 provinsi di Solo pada 15 April 2018.
"Jagad kemudian menyepakati dan sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai Capres 2019, tetapi pada kontestan politik Pilpres, beliau belum berkesempatan," pungkas Agus Yusuf.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: MUI Jawa Timur Desak Pengusaha Pemakai Jasa Artis VA Dipidana
Bagikan
Berita Terkait
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Momen Presiden Prabowo Subianto Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali SEA Games Thailand 2025
Prabowo Tegaskan Tak Boleh Sepeser pun Uang Rakyat Dicuri, Perintahkan Kejagung 'Sikat' 5 Juta Hektare Sawit Ilegal di 2026
Prabowo Ingin Anak Petani Jadi Jenderal, Gak Cuma Jago Cangkul di Sawah
Prabowo Siap Sikat Habis Tambang Ilegal, Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Hilang 1 Persen Pun