Dinkes Kabupaten Tangerang Bentuk Tim Pengawasan dan Pengendalian Keamanan Pangan

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 06 Oktober 2016
Dinkes Kabupaten Tangerang Bentuk Tim Pengawasan dan Pengendalian Keamanan Pangan

Kepala BPOM Penny K Lukito saat menyaksikan penandatanganan berita acara pemusnahan obat ilegal, di Kawasan Pergudangan Surya Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/10). (Foto MerahPutih/Wid)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang akan membentuk tim koordinasi pengawasan dan pengendalian keamanan pangan terpadu dengan beberapa dinas dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Hal tersebut terkait dengan maraknya peredaran obat palsu, yang salah satu gudangnya terdapat di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Melalui peraturan bupati telah menunjuk dan membentuk tim koordinasi pengawasan dan pengendalian keamanan pangan terpadu dengan beberapa dinas dan SKPD terkait,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Naniek Isnaeni kepada merahputih.com, di sela-sela kegiatan seremonial pemusnahan obat palsu di Kawasan Pergudangan Surya Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/10).

Naniek juga mengakui, pemusnahan obat ilegal yang dilakukan oleh BPOM merupakan hal yang sangat luar biasa, karena dengan nilai angka yang sangat fantastis, yakni sekitar Rp30 miliar.

Terkait hal ini juga, kata Naniek, pihaknya, melalui tim koordinasi pengawasan dan pengendalian keamanan pangan terpadu terus melakukan pengawasan obat dan makanan di apotik-apotik dan toko obat yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Ia berharap, peredaran obat palsu yang telah berhasil diungkap oleh BPOM dan Mabes Polri ini tidak beredar di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Di Kabupaten Tangerang sendiri untuk pengawasan obat dan makanan itu ada di BPOM, sedangkan dinas kesehatan melakukan pengawasan di apotek dan toko obat. Sejauh ini kami sudah sering turun ke lapangan dengan BPOM untuk mengawsi peredarannya di apotek-apotek dan toko obat yang ada di Kabupaten Tangerang,” paparnya.

Sementara, Kepala BPOM Penny K Lukito mengakui, peredaran tablet obat palsu, obat tradisional, serta produk ruah obat ini dilakukan lewat jalur ilegal, sehingga membuat kesulitan BPOM untuk melakukan pengawasan. Karena, menurut Penny, sejauh ini, pihaknya hanya melakukan pengawasan terhadap peredaran melalui jalur resmi. Dan, terungkapnya kasus ini juga, kata Penny, berawal dari penemuan obat palsu di wilayah Kalimantan. (Wid)

BACA JUGA:

  1. BPOM Akui Kesulitan Ungkap Pelaku Utama Peredaran Obat Ilegal
  2. BPOM Imbau Masyarakat Tidak Beli Obat Melalui Online
  3. Obat Palsu Senilai Rp30 Miliar Berawal dari Temuan Obat di Kalimantan
  4. Produk Obat Ilegal Senilai Rp 30 Miliar Dimusnahkan BPOM
  5. Polisi Bekuk Pengedar Obat Ilegal dari Tiongkok

 

 

#BPOM # Kabupaten Tangerang #Obat Ilegal #Obat Palsu
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Iklan Digital Kosmetik Vulgar Jadi Incaran BPOM, Termasuk di Marketplace
Tidak boleh lagi ada promosi kosmetik yang melanggar norma susila, dengan disertai berbagai klaim yang dinilai menyesatkan yang terlalu vulgar.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Desember 2025
Iklan Digital Kosmetik Vulgar Jadi Incaran BPOM, Termasuk di Marketplace
Indonesia
Kaum Pria Hati-Hati! Ini 13 Kosmetik dengan Klaim Menyesat Terkait Alat Vital
Temuan ini berasal dari hasil pemantauan BPOM sepanjang 2025 di berbagai platform digital, mulai dari marketplace hingga media sosial.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Desember 2025
Kaum Pria Hati-Hati! Ini 13 Kosmetik dengan Klaim Menyesat Terkait Alat Vital
Berita Foto
BPOM Pamerkan Hasil Sitaan Obat Ilegal hingga Viagra Senilai Rp2,74 Miliar di Jakarta
Kepala BPOM Taruna Ikrar menunjukan hasil sitaan obat farmasi ilegal saat konferensi pers di gedung kantor BPOM, Jakarta Timur, Kamis, (13/11/2025).
Didik Setiawan - Kamis, 13 November 2025
BPOM Pamerkan Hasil Sitaan Obat Ilegal hingga Viagra Senilai Rp2,74 Miliar di Jakarta
Indonesia
Cuaca Ekstrem seperti Fenomena Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi di Tangerang Raya Tiga Hari Ke Depan
Hal ini seperti disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II, Hartanto.
Frengky Aruan - Sabtu, 01 November 2025
Cuaca Ekstrem seperti Fenomena Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi di Tangerang Raya Tiga Hari Ke Depan
Indonesia
IHW Desak BPOM dan BPJPH Audit Aqua Terait Dugaan Penggunaan Air Sumur
IHW mendorong BPOM dan BPJPH melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas produksi dan sumber air yang digunakan oleh Aqua.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Oktober 2025
IHW Desak BPOM dan BPJPH Audit Aqua Terait Dugaan Penggunaan Air Sumur
Indonesia
Produk Mi Indonesia Jadi Temuan di Taiwan, BPOM Sebut Bukan Produk Ekspor Resmi Indonesia
BPOM telah berkoordinasi dengan produsen terkait dan otoritas Taiwan, untuk selanjutnya masuk tahap klarifikasi terkait dengan peredaran produk tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 September 2025
Produk Mi Indonesia Jadi Temuan di Taiwan, BPOM Sebut Bukan Produk Ekspor Resmi Indonesia
Indonesia
Tekor! Indonesia Impor Obat Rp 176 Triliun Tapi Ekspor Cuma Rp 6,7 Triliun
Saat ini, jumlah industri obat Indonesia mencapai 272 yang memiliki pabrik. Sedangkan perusahaan besar farmasi jumlahnya 3.009.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 28 Agustus 2025
Tekor! Indonesia Impor Obat Rp 176 Triliun Tapi Ekspor Cuma Rp 6,7 Triliun
Indonesia
BPOM Cabut Izin Edar 14 Kosmetik Pembesar Payudara Hingga Perapat Vagina, Ini Daftarnya!
14 kosmetik wanita yang dipromosikan menggunakan klaim menyesatkan dan tidak sesuai dengan norma kesusilaan.
Wisnu Cipto - Selasa, 12 Agustus 2025
BPOM Cabut Izin Edar 14 Kosmetik Pembesar Payudara Hingga Perapat Vagina, Ini Daftarnya!
Indonesia
Pasar Pramuka dan Grogol Diduga Masih Jadi Tempat Peredaran Obat dan Kosmetik Palsu
eredaran obat palsu dan produk obat tradisional atau suplemen kesehatan mengandung bahan berbahaya (bahan kimia obat/BKO) yang masih ditemukan di beberapa titik, seperti di Pasar Pramuka dan Grogol.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 Juli 2025
Pasar Pramuka dan Grogol Diduga Masih Jadi Tempat Peredaran Obat dan Kosmetik Palsu
Indonesia
Progres Fisik Stasiun Jatake Telah Capai 92,78 Persen
Stasiun Jatake merupakan stasiun pertama hasil kolaborasi KAI dengan pihak swasta yang dibangun dengan skema creative financing, tanpa ketergantungan pada APBN.
Frengky Aruan - Sabtu, 12 Juli 2025
Progres Fisik Stasiun Jatake Telah Capai 92,78 Persen
Bagikan