Tolak Wacana Potong Gaji PNS untuk Zakat, Ini Penjelasan Din Syamsuddin
Ketua Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin (MP/Fadhli)
Merahputih.com - Ketua Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin menyebut ada pihak yang tak suka tentang rencana pemerintah menarik Zakat umat Islam, khususnya Aparat Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim.
Menurutnya, urusan Zakat tidak usah diurus pemerintah dan lebih baik diurus masyarakat.
"Tentu kalangan Islam berbeda. Tapi ada yang tidak suka karena ini sudah dilakukan ormas," kata Din saat dijumpai di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (8/2).
Lagi pula, lanjut Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini penarikan zakat penghasilan belum disetujui oleh DPR karena dikalangan umat Islam sendiri masih menjadi perdebatan.
"Apakah sudah ada hukum, belum ada kan? disiapkan dulu setuju gak DPR, tentu kalangan Islam berbeda," ujarnya.
Diapun menegaskan sikap pribadinya yang tidak setuju jika Zakat dikelola pemerintah.
"Zakat untuk seluruh umat Islam biarlah menjadi urusan ormas Islam," tandasnya. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
16 Nama Calon Anggota Baznas 2025-2030, Gajinya Sebulan Rp 24-31 Juta
Eks Ketum Muhammadiyah Minta Presiden Prabowo Kendalikan Situasi, Imbau Ulama Tenangkan Warga
Menag Bakal Bikin Lembaga Pengelolaan Dana Umat, Satu Kantorkan Lembaga Pengumpul Dana
Prabowo Sebut Zakat Kurangi Ketimpangan Sosial
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain: Bacaan Lengkap
Keutamaan dan Waktu Terbaik Bayar dan Bagikan Zakat Fitrah
Baznas Bazis DKI Raih Predikat WTP atas Laporan Keuangan 6 Tahun Berturut-turut
Dana Zakat Biayai Makan Bergizi Gratis, Politikus PKS: Bisa Saja Asal Sesuai Syariat
Dana Zakat untuk Makan Bergizi Gratis Salah Kaprah, Seperti Mimpi di Siang Bolong
Dana Zakat Diwacanakan untuk Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Diminta Transparan