Wisata Kapal Pesiar Krakatau Diminati Ekspatriat

Dian SucitraDian Sucitra - Kamis, 13 April 2017
Wisata Kapal Pesiar Krakatau Diminati Ekspatriat

Foto: Achmad Asrory, Ujungkulon Tour and Travel

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sudahkah Anda menginjakkan kaki di Gunung Krakatau? Gunung berapi yang terletak di Selat Sunda, perairan antara Pulau Jawa dan Sumatra, ini memiliki pesona yang tiada berhenti, baik dari segi sejarahnya, maupun keindahan alamnya.

Bagi Anda yang belum pernah ke sana, atau ingin kembali mengunjungi gunung tersebut, bergabunglah dalam pelayaran eksklusif yang akan dilaksanakan pada Minggu (30/4) mendatang. Achmad Asrory, pemilik bisnis pariwisata Ujungkulon Tour and Travel, mengatakan bahwa tahun ini adalah kedua kalinya kapal pesiar berkapasitas 1.800 tamu ini berlayar menuju gunung di sisi barat Banten tersebut.

Pelayaran pertamanya di tahun lalu berjalan sukses. "Kapasitas tamu 1.800 orang, namun saat itu kapal pesiar terpenuhi oleh sekitar 1.700 tamu. Jadi, cukup sukseslah," ungkap Achmad, yang dihubungi Merahputih.com melalui telepon genggamnya, Selasa (11/4) lalu. Kapal pesiar ini akan berangkat dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten.

Ide pelayaran dengan kapal pesiar ke kaki Gunung Krakatau ini muncul ketika Achmad beserta rekan-rekannya di Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Cilegon, juga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cilegon, ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk memeriahkan ulang tahun Kota Cilegon.

Tiket diklasifikasikan dalam beberapa kelas, dimulai dari kelas Ekonomi (Rp175 ribu), Bisnis (Rp275 ribu), Kafetaria (Rp450 ribu), dan VIP (Rp750 ribu). Masing-masing kelas tentu berbeda fasilitas, tetapi semua penumpang dipastikan mendapat asuransi serta tentunya pengalaman yang berbeda untuk berwisata ke kaki Gunung Krakatau.

Wisata pelayaran eksotis menuju gunung yang pernah meletus di tahun 1883 ini ternyata banyak diminati oleh wisatawan mancanegara. Mereka adalah para ekspatriat yang bekerja di kawasan industri Banten. Hal ini dipertegas oleh Achmad, "Umumnya mereka yang mengikuti pelayaran ini adalah para ekspatriat yang bekerja di Banten, khususnya Cilegon."

#Travel #Gunung Krakatau #Kapal Pesiar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dian Sucitra

Bukan Jawara Banten
Show More

Berita Terkait

Indonesia
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Indonesia
Komisi I DPR Minta Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau Dioptimalkan
Prioritas utama yakni menemukan seluruh korban secepat mungkin dalam keadaan selamat.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Komisi I DPR Minta Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau Dioptimalkan
Indonesia
Anak Krakatau Masuk Episode Erupsi Strombolian, Kenali 4 Jenis Letusan Gunung Api
Anak Krakatau memasuki episode erupsi Strombolian. Kenali karakter erupsi Hawaii, Strombolian, Vulkanian, dan Peléan serta skala VEI.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Masuk Episode Erupsi Strombolian, Kenali 4 Jenis Letusan Gunung Api
Indonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring
Ratusan nelayan Pandeglang terpaksa tidak melaut akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang bikin ikan kabur
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring
Indonesia
624 Penerbangan Ditunda di Bandara Soetta Efek Erupsi Anak Krakatau, Ini Solusinya
Ratusan penerbangan ditunda di Bandara Soetta akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau hari ini. Cek status penerbanganmu, info bus gratis, dan kompensasinya di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
624 Penerbangan Ditunda di Bandara Soetta Efek Erupsi Anak Krakatau, Ini Solusinya
Indonesia
Update Penyeberangan Selat Sunda Terbaru, BMKG Pastikan Rute Aman dari Potensi Tsunami
Ragu mau nyeberang ke Sumatra atau Jawa hari ini? Cek dulu info penyeberangan Selat Sunda terbaru. BMKG pastikan rute aman dari potensi tsunami, meski ada abu vulkanik
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Update Penyeberangan Selat Sunda Terbaru, BMKG Pastikan Rute Aman dari Potensi Tsunami
Indonesia
Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik
Hujan abu melanda? Jangan panik dan asal gosok kulit! Temukan cara melindungi kulit dari abu vulkanik lewat trik berpakaian dan skincare langsung dari dokter spesialis di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik
Indonesia
Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun
Gunung Anak Krakatau kembali memasuki fase letusan strombolian. Kenali ciri-ciri erupsi berenergi rendah dengan lontaran lava pijar ini berdasarkan penjelasan ahli dari Badan Geologi
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Mengenal Letusan Strombolian di Gunung Anak Krakatau, Erupsi Kecil Tapi Bisa Bertahun-tahun
Indonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau Mereda Setelah 25 Jam Mengamuk, Bahaya Belum Usai
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengamuk selama 25 jam akhirnya resmi mereda. Cek status Gunung Anak Krakatau hari ini dan info penting dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Mereda Setelah 25 Jam Mengamuk, Bahaya Belum Usai
Berita
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Kondisi Anak Krakatau saat ini, Senin 7 September 2026, masih aktif. Simak data erupsi, kegempaan, sebaran abu dan fakta Krakatau.
ImanK - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Bagikan