Dijuluki Preman oleh Megawati, Begini Tanggapan FX Hadi Rudyatmo

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 11 Januari 2023
Dijuluki Preman oleh Megawati, Begini Tanggapan FX Hadi Rudyatmo

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo angkat suara setelah disebut preman oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pidato peringatan HUT ke-50 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1)

Mantan Wali Kota Solo ini tak menampik jika masa lalunya adalah sosok preman. Dia menegaskan sejak Ibu Megawati jadi ketum dirinya tetap konsisten.

Baca Juga

Megawati Pantau Disiplin Kader PDIP Lewat Aplikasi MPP

"Saya kader yang punya prinsip, sikap dan komitmen. Jadi itu berangkat dari saya mendampingi beliau (Megawati) dari 1986 sampai titik darah penghabisan," kata Rudy ditemui awak media di kediamannya, Rabu (11/1).

Dikatakannya, Ketum Ibu Mega tahu persis kondisi dirinya zaman dulu berani dengan lawan politik dianggap preman. Ibu Megawati pun menangis jika melihat situasi dirinya di lapangan berani melawan orang yang berani mengganggu PDIP.

"Orang berani dianggap preman oleh ibu (Megawati). Pokoknya yang suka berantem adalah preman sampai digebuki polisi dan TNI biasa zaman dulu," kata dia.

Baca Juga

Megawati Sebut Tanpa PDIP, Jokowi tidak Bisa jadi Presiden

Dia memastikan siapapun yang berani melawan partai PDIP, ia yang maju terdepan menghadapinya. Bahkan, sampai dia berantem itu bisa dilihat Ibu Mega.

"Berani ngrecoki (mengganggu PDIP) saya yang menghadapi dan mengajak berantem itu saya," katanya.

Rudy menegaskan meskipun dulu adalah sosok preman, namun saat menjadi Wali Kota Solo 2012-2017, ia tidak pernah merugikan orang lain serta tidak melakukan korupsi.

"Ibu Mega melihat saya, selalu ingat peristiwa perjalanan saya sampai sekarang. Saya dianggap suka berantem, itu iya, tapi saya tidak merugikan orang lain saat jadi Wali Kota Solo," tegas dia.

Rudy menegaskan dirinya rela jika kepalanya diminta Ketum Megawati untuk kepentingan orang banyak. Sebagai preman, ia sudah insaf dari mabuk dan judi.

"Saya sudah insaf dari mabuk dan judi. Kalau berantem saya masih berani. Keberanian saya ini bukan berarti berani melawan Ibu Mega, tetapi lawan politik," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

PDIP akan Gelar Konsolidasi di GBK 1 Juni 2023

#PDIP #FX Hadi Rudyatmo #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Bagikan