Kesehatan

Diet Militer Cara Cepat Langsing

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 16 Februari 2022
Diet Militer Cara Cepat Langsing

Diet militer menekankan pada kedisiplinan program. (Foto: Pixabay/Mojzagrebinfo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DIET Milter atau military diet menurut Healthline, menjadi cara diet baru yang efektif menurunkan berat badan secara cepat. Konon diet cara ini bisa menurunkan berat badan hingga 4,5 kilogram (kg) dalam seminggu loh.

Mendengar kata diet militer secara pasti kita akan beranggapan ini ada kaitannya dengan militer. Memang iya, diet militer ini membutuhkan disiplin yang ketat karena akan mendorong pembatasan kalori selama tiga hari. Kemudian mengkonsumsi satu set menu rendah kalori. Diikuti dengan periode pemberian makan tanpa batas. Diet militer ini merupakan diet tanpa harus mengonsumsi suplemen apa pun.

Baca Juga:

Tidur Sambil Duduk, Bahaya Enggak Sih?

diet
Tiga hari diet dengan batas kalori dan empat hari bebas makan. (Foto: Pixabay/Katya_ershova)

Cara diet ini merupakan penurunan berat badan jangka pendek dan sangat cepat. Diet hanya dilakukan selama tiga hari dengan makan kalori terbatas, selanjutnya diikuti empat hari libur. Kamu harus mengulangi siklus tersebut selama satu bulan atau sampai mencapai target berat yang diinginkan.

Diet militer termasuk dalam intermittent fasting karena mengikuti pembatasan kalori serta ditandai dengan pergeseran antara periode pengurangan asupan kalori dan pemberian makan yang tidak dibatasi.

Dengan diet ini kamu bisa makan apa pun yang diinginkan selama libur empat hari. Diet tersebut mendorong orang mengikuti rencana makan yang tidak terlalu dibatasi. Namun tetap mematuhi program yang dijalankan untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga:

Minum Alkohol setelah Vaksin COVID-19, Bolehkah?

diet
Diet militer kabarnya mampu turunkan berat badan sampai 4,5kg dalam seminggu. (Foto: Pixabay/kalhh)

Dalam diet militer, perlu mengonsumsi sejumlah makanan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam selama tiga hari pertama, tanpa camilan di antara waktu makan. Selama fase tersebut, total asupan kalori menjadi sekitar 1.100 sampai 1.400 kalori per hari. Menjadikannya diet rendah kalori karena didefinisikan sebagai pola diet yang menyediakan 800 sampai 1.200 kalori per hari.

Tapi ingat, untuk kesehatan dan kecukupan asupan nutrisi yang tepat, kamu tidak boleh mengejar tingkat pembatasan kalori yang diperlukan tanpa rekomendasi dan pengawasan pakar kesehatan atau gizi. Selama empat hari yang tersisa dalam seminggu, kamu harus tetap ikuti diet gizi seimbang. Meski bebas memilih makanan namun perlu juga membatasi kalori. (DGS)

Baca Juga:

Bersahabat Demi Kesehatan Mental

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan