Diet Cukup Makan Teratur Tiga Kali Sehari
Diet cukup makan teratur. (Foto: Unsplash/Louis Hansel)
MerahPutih.com - Diet bukan berarti kamu menghindari makan. Justru cukup makan teratur sebanyak tiga kali sehari agar kamu mendapatkan tubuh ideal.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ahli gizi masyarakat Dr Tan Shot Yen. Ia menegaskan diet tak perlu yang macam-macam, cukupi saja asupan gizi diperlukan dan makan sesuai porsi.
Baca Juga:
"Misal nih, sarapan jam berapa? Setengah tujuh, sebelum berangkat kantor jam 6. Ya, bangun pagi sarapan ya kan. Kemudian Anda makan siang nih, teratur ya. Jam 12, jam 1. Lalu kemudian makan malam, habis Shalat Maghrib dan dari maghrib tidak makan lagi sampai besok pagi, itu bukannya intermittent fasting?" ujarnya pada siniar Kemencast #63 - Gizi Tepat Berdasarkan Usia di Jakarta, Kamis, (15/2), seperti dilansir Antara.
Pola makan yang normal seperti itu, lanjut Tan, sebenarnya sudah sama seperti pola diet intermittent fasting yang populer beberapa waktu lalu. Metode makan intermittent fasting mengharuskan seseorang puasa selama beberapa kurun waktu tertentu, seperti 12 hingga 16 jam.
Tan juga menjelaskan, setiap orang harus mengetahui kebutuhan tubuhnya saat makan. Kebiasaan jajan harus dihindari, karena lebih baik mengonsumsi makanan utama. Banyak orang kata Tan yang lebih memilih jajan ketimbang makanan utama.
Baca Juga:
Untuk memenuhi kebutuhan tubuh, Tan menyarankan untuk menerapkan konsep Isi Piringku yang diinisiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setiap kamu makan.
Konsep itu menjelaskan bahwa 50 persen porsi makanan seseorang terdiri dari sayur dan buah-buahan, kemudian 50 persen sisanya adalah karbohidrat dan protein.
Isi Piringku juga mengimbau agar seseorang membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Tan menyarankan untuk jadikan Isi Piringku sebagai pedoman makan, bahkan bagi orang berusia lanjut. (ikh)
Baca Juga:
Diet Defisit Kalori dapat Perlambat Penuaan pada Orang Dewasa Sehat?
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya