Dicopot dari Dirut Garuda, Berapa Harta Kekayaan Ari Ashkara?
Motor Harley Davidson yang diselundupkan ke Indonesia. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
MerahPutih.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir telah memberhentikan I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia.
Pemberhentian ini terkait kasus penyelundupan Harley Davidson dan dua sepeda Brompton. Dari hasil audit diketahui pemilik Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diangkut menggunakan pesawat Garuda A330-900 adalah direksi Garuda berinisial AA.
Baca Juga
Dugaan Penyelundupan Harley Davidson Libatkan Bos Garuda, Erick Thohir: Ini Sangat Menyedihkan
Padahal, gaji Ari cukup besar. Dalam laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018, remunerasi atau gaji untuk delapan orang direksi mencapai 2.145.575 dolar AS atau sekitar Rp30.123.030.000 per tahun. Dengan demikian, dalam satu tahun, rata-rata gaji direksi maskapai pelat merah itu mencapai Rp3,7 miliar.
Berdasarkan data dari elhkpn.kpk.go.id yang yang dilihat merahputih.com pada Jumat (6/12), mantan Direktur Utama PT Pelindo III itu melaporkan harta kekayaannya pada 2018 lalu.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tersebut, Ari tercatat memiliki harta kekayaan sebesar RpRp 37.561.339.665. Adapun harta yang dimiliki Artha terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.
Ari memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Bogor, Buleleng, Denpasar, Gianyar dan Jakarta Timur. Total nilai harta tidak bergeraknya senilai Rp 23.275.000.000.
Untuk harta bergerak, Ari tercatat memiliki beberapa mobil, di antaranya Mitsubishi Pajero Sport Jeep tahun 2012, mobil Mazda 6 sedan tahun 2017, mobil Lexus tahun 2016 dengan nilai total 1.370.000.000.
Selain itu, Ari juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya berjumlah Rp 95.000.000. Ari juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp 10.441.339.665.
Untuk harta lainnya, Ari tercatat memiliki Rp 2.380.000.000. Sehingga total harta yang dimiliki Ari berjumlah Rp 37.561.339.665.
Sebelumnya Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan pemberhentian secara resmi Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara menunggu proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Baca Juga
Ini Penampakan Harley Davidson yang Diselundupkan di Pesawat Garuda
Hal ini lantaran PT Garuda merupakan perusahaan terbuka (Tbk) yang keputusan akhirnya berada di tangan pemegang saham.
"Kami masih menunggu dan melihat karena prosesnya RUPS karena perusahaan terbuka. Mau tidak mau lewat formalnya RUPS. Nanti akan kami lihat juga bagaimana Dirut Garuda yang sekarang, apakah dia langsung mundur atau menunggu RUPS," kata Arya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/12). (Pon)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Garuda Indonesia Rekrut 'Pramugari Gadungan' yang Pakai Seragam Maskapai Batik Air
Mobil Mewah dan Kebun Sawit Disita Kejati DKI di Kasus Dugaan Korupsi Pembiayaan Ekspor LPEI
Pemerintah Bakal Bangun BUMN Tekstil Baru, Yang Lama Tidak Bakal Dihidupkan
Danantara Mulai Lakukan Reformasi BUMN di Tahun Ini
BUMN Rugi tapi Elit Minta Bonus, DPR: Ini Masalah Etika Kepemimpinan
Prabowo Perintahkan Danantara Bersihkan Direksi BUMN, Rugi Tapi Minta Bonus
Prabowo Sentil Praktik Mark Up Proyek, Pencurian di Siang Bolong
Masuk Musim Libur Natal, Hampir Setengah Pesawat Garuda Indonesia Berstatus Grounded
ID Food Berencana Gadaikan Aset, DPR: Jaminan Pinjaman harus Opsi Terakhir, bukan Pilihan Utama
Pendapatan Pertamina Tembus Rp 1.127 Triliun, Laba Bersih Rp 54 Triliun