MerahPutih, Internasional - Tentara Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) awal pekan ini kembali menunjukan kekejamannya di Suriah. mereka memengal leher seorang pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pesulap jalanan di Kota Raqqa, Suriah.
Seperti dilansir mirror.com, pada Rabu (7/1/2015 ) menyebutkan pesulap nahas tersebut ditangkap saat sedang menghibur anak-anak miskin di kawasan kumuh dengan trik kartu dan koin. Tentara ISIS yang menguasai kota tersebut segera menangkap si pesulap karena dianggap melakukan dosa syirik, alias menyekutukan tuhan dan menyebut kalau si pesulap tersebut menghina Islam lewat aksi-aksinya yang dianggap menciptakan ilusi dan kesesatan. Eksekusinya digelar di alun-alun Kota Raqqa.
Sebelum ISIS menduduki Kota Raqqa, Suriah, begitu banyak anak anak hingga orang dewasa yang terhibur dengan atraksi sang pesulap tersebut. Hal ini di akui oleh seorang pengungsi Kurdi, bernama Ismail, yang mengaku sangat terhibur saat si pesulap tersebut menunjukan atraksinya.
Ismail menyesalkan kekejaman tentara ISIS terhadsp si pesulap.yang dianggap menyebarkan ajaran sihir. Ia menjelaskan sebetulnya tidak ada yang istimewa dari aksinya. Sang pesulap biasanya menghilangkan ponsel atau koin di hadapan penonton.
Ismail menyesalkan kekejaman ISIS yang berujung pada kematian si pesulap. Dengan nada lirih ia mengatakan,"Dia memberi hiburan ketika masyarakat yang dilanda perang membutuhkannya. Tapi untuk itu, dia harus membayar dengan nyawanya," tuturnya.
Raqqa adalah kota yang pertama kali diserang ISIS pertengahan tahun 2014 lalu. Kota itu termasuk yang paling multikultural di Suriah, karena beragam pemeluk agama dan penduduk yang multietnis hidup berdampinga di kota tersebut. Sejak menduduki kota itu, Tentara ISIS menerapkan aturan melarang berbagai kegiatan atau hal yang dianggap sebagai ajaran sihir. (Man)