MerahPutih.com - Pada Jumat (23/10), dua pria bersenjata keluar dari satu mobil dan melakukan penembakan saat berlangsungnya upacara pemakaman di gereja di Hamoud, Provinsi Al-Karak, Yordania selatan.
Kementerian Dalam Negeri Yordania menyebut insiden tersebut sebagai serangan teroris yang dilakukan oleh kelompok ekstremis.
Jumlah korban tewas akibat serangan teroris di gereja di Provinsi Al-Karak, Yordania selatan, bertambah menjadi delapan orang setelah satu korban yang mengalami luka kritis meninggal di rumah sakit.
"Salah satu dari dua orang yang mengalami luka kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Militer Prince Ali meninggal dunia. Sehingga, total korban tewas akibat serangan teroris tersebut kini menjadi delapan orang," kata Menteri Kesehatan Yordania Ibrahim Al-Badour kepada stasiun TV pemerintah, Al-Mamlaka pada Sabtu (24/10).
Baca juga:
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Sebanyak 27 korban luka masih dirawat di rumah sakit, termasuk satu orang yang masih dalam kondisi kritis.
Para Patriark dan Pemimpin Gereja di Yerusalem mengecam serangan teroris di Gereja Ortodoks Yunani St George, di Hamoud, Wilayah Kegubernuran Karak, Yordania Selatan, yang menewaskan sejumlah orang dan melukai puluhan lainnya. Mereka menyatakan solidaritas terhadap pemerintah dan rakyat Yordania dalam menyikapi serangan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, para pemimpin tersebut mengatakan serangan teroris terhadap warga sipil yang tidak bersenjata adalah kejahatan berat terhadap kemanusiaan, sekaligus pelanggaran nyata terhadap nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
Menurutnya, serangan ini juga menyasar komunitas Kristen dan tatanan nasional Yordania yang selama ini menyatukan umat Muslim dan Kristen dalam semangat persatuan dan persaudaraan.
Mereka turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan solidaritas kepada Theophilos III, Patriark Ortodoks Yunani untuk Yerusalem, serta Keuskupan Agung Ortodoks Yunani di Yordania. Lebih lanjut, mereka juga mendoakan agar para korban terluka segera pulih. (*)