Di Tengah Momok Virus Corona, Taj Mahal Tingkatkan Jumlah Pengunjung

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 31 Desember 2020
Di Tengah Momok Virus Corona, Taj Mahal Tingkatkan Jumlah Pengunjung

Taj Mahal. (Foto: Pixabay/safran7)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMENJAK pandemi virus Corona, berbagai destinasi terkenal di dunia mengatur jumlah pengunjung. Beberapa diantaranya bahkan diminta untuk tutup sementara dan dibuka sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu dimaksudkan untuk meminimalisir penyebaran virus.

Pengaturan jumlah pengunjung juga dilakukan monumen Taj Mahal di India. Semenjak dibuka kembali pada bulan September, pihak pengelola hanya diperbolehkan menerima pengunjung maksimal 10.000 per hari.

Baca juga:

Tips bagi Traveller ketika Mengunjungi India via Nepal

Kini, India mulai menambahkan kapasitas pengunjung menjadi 15.000 per hari. Meskipun ada peringatan dari otoritas kesehatan jika kerumunan di tempat wisata dapat meningkatkan kasus virus Corona.

"Batas naik menjadi 15.000 tiket per hari jadi setiap turis bisa dapat tiket dan mengagumi monumen," kata arkeolog pemerintah Vasant Kumar Swarnkar dikutip dari Reuters, Kamis (31/12).

Taj Mahal akan tingkatkan kapasitas pengunjung. (Foto: Unsplash/Derek Story)
Taj Mahal akan tingkatkan kapasitas pengunjung. (Foto: Unsplash/Derek Story)

Sayangnya, diberitakan juga pada hari Rabu, ribuan turis mengabaikan perintah pencegahan penyebaran virus seperti tidak memakai masker, berbondong-bondong mendatangi monumen marmer putih hingga berkerumun di sekitar loket karcis. Banyak pula keluarga yang berjalan-jalan di taman sekeliling Taj Mahal.

Sebenarnya pejabat kesehatan federal telah memperingatkan kalau kepadatan berlebihan di tempat wisata bisa menyebabkan lonjakan lain dari kasus virus COVID-19. Bahkan dikhawatirkan timbul varian baru dari Inggris yang meluas karena telah terdeteksi di India.

Saat ini India tercatat sebagai negara dengan kasus virus Corona tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat dan hampir 148.500 orang meninggal akibat virus tersebut. Namun, kini kasusnya telah mencapai titik terendah dalam enam bulan setelah mencapai puncaknya sekitar 98.000 pada bulan September. (Yni)

Baca juga:

Masjid Agung Natuna, Taj Mahalnya Indonesia

#Taj Mahal #Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Fun
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Survei SiteMinder 2026 mencatat 59% wisatawan RI menginginkan layanan hotel berbasis AI untuk pengalaman menginap lebih efisien.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Bagikan