Di Rumah Megawati, Jokowi 'Doyan' Telur Dadar

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 04 Februari 2015
Di Rumah Megawati, Jokowi 'Doyan' Telur Dadar

Pewarta Foto Antara M Agung Rajasa (kanan) menerima hadiah secara simbolik yang diberikan oleh Anggota DPR-RI dari PDIP Pramono Anung (tengah) pada acara HU (Antara Foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik-  Presiden Joko Widodo alias Jokowi, yang kini menjadi Presiden RI ke-7 ternyata seringkali mendatangi rumah kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Kedatangan Jokowi ke rumah yang terletak di jalan Teuku Umar 27 A, Jakarta Pusat, itu sejak Jokowi menjadi kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Hal itu diceritakan Ketua DPP PDIP Pramono Anung saat menjadi Pembicara pada acara diskusi bertajuk "Benarkah Jokowi Boneka Megawati? Atau Megawati Yang Sebenarnya Dihancurkan oleh Mereka Yang Merusak Jokowi?," di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/2). Banyak hal yang diceritakan Pramono. Misalnya terkait hubungan personel Megawati dan Jokowi.

Menurut Pram, ketika mendatangi rumah Megawati yang juga mantan presiden itu, ada waktu makan bareng antara Megawati, Jokowi, kader PDIP dan para tamu yang ada. Menu makanan yang ada di meja makan sendiri cukup beragam. Namun, kata Pram, Jokowi memakan makanan paling enak di dunia.

"Bisanya beberapa kali kita makan di rumah Ibu Mega, Jokowi makan telur dadar, paling enak di dunia," kata Pram.

Namun Pram tidak menceritakan siapa yang memasak telur dadar kesukaan Jokowi itu. Tapi yang jelas, jika Jokowi mendatangi rumah Mega, dia selalu memakan masakan telur dadar. Setelah menceritakan kesukaan masakan Jokowi, Pram kemudian menceritakan tentang hubungan Jokowi dan Mega. Menurut Pram, hubungan insan ini adalah ada dua bentuk meski Jokowi menjadi Presiden.

"Ada hubungan personal dan ada hubungan kenegaraaan. Kalau hubungan personal, Ibu Mega panggil pak Jokowi "Dik". Tapi kalau hubungan kenegaraan, Ibu Mega manggilnya "Pak"," katanya.

Tak hanya itu, Pram juga menambahkan bahwa Megawati tak pernah melakukan intervensi terhadap kebijakan yang dikeluarkan Jokowi. Hal itu misalnya dapat dilihat saat Jokowi menyeleksi menteri-menterinya. Begitu juga dengan terbentuknya rumah transisi yang tidak pernah didatangi oleh Megawati. Jadi, kata Pram, jika ada kolompok-kolompok tertentu yang ingin memisahkan antara Jokowi dan Megawati hal tersebut tidak akan terealisasi.

"Bahwa kepala negara itu adalah Jokowi dan orang seperti Ibu Mega yang taat pada konstitusi. Karakter Jokowi adalah pasti dia akan tawaduk. Tidak akan pernah memisahkan Megawati dan Jokowi," katanya. (hur)

#Presiden Jokowi #PDIP #Pramono Anung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Masih bisa diatasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI karena ketersediaan air masih mencukupi.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Indonesia
Harga Tiket Masuk Ragunan Diusulkan Naik hingga Rp 10 Ribu, Pramono Segera Putuskan
Harga tiket masuk Ragunan diusulkan naik. Untuk dewasa, tarifnya dikenakan hingga Rp 10 ribu.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Harga Tiket Masuk Ragunan Diusulkan Naik hingga Rp 10 Ribu, Pramono Segera Putuskan
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengancam kelompok rentan. Pramono Anung meminta pedagang tak memainkan harga masker.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Gubernur DKI: Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Pakai Masker
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga Jakarta untuk tenang.
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Gubernur DKI: Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Pakai Masker
Indonesia
Pramono Naikkan Tarif RSUD DKI Setelah 14 Tahun, Pasien BPJS Tetap Gratis
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyetujui kenaikan tarif layanan RSUD setelah 14 tahun. Klik untuk detail kebijakan!
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
Pramono Naikkan Tarif RSUD DKI Setelah 14 Tahun, Pasien BPJS Tetap Gratis
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Tarif Flat Rp 5.000 untuk LRT Jakarta Velodrome-Manggarai
Ditargetkan, jumlah penumpang rute tersebut pada tahap awal pengoperasian mencapai 60.000–80.000 orang per hari.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Tarif Flat Rp 5.000 untuk LRT Jakarta Velodrome-Manggarai
Indonesia
457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Juli-Agustus 2026, Korsleting Seringkali Jadi Penyebab
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap 457 kebakaran terjadi di Jakarta selama Juli-Agustus 2026. Korsleting listrik menjadi penyebab dominan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Juli-Agustus 2026, Korsleting Seringkali Jadi Penyebab
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Ketentuan KTP DKI Jakarta tersebut berlaku khusus bagi pendaftar program padat karya, bukan larangan untuk seluruh warga KTP non-DKI untuk bekerja di Jakarta.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Bagikan