MerahPutih Politik- Presiden Joko Widodo alias Jokowi, yang kini menjadi Presiden RI ke-7 ternyata seringkali mendatangi rumah kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Kedatangan Jokowi ke rumah yang terletak di jalan Teuku Umar 27 A, Jakarta Pusat, itu sejak Jokowi menjadi kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Hal itu diceritakan Ketua DPP PDIP Pramono Anung saat menjadi Pembicara pada acara diskusi bertajuk "Benarkah Jokowi Boneka Megawati? Atau Megawati Yang Sebenarnya Dihancurkan oleh Mereka Yang Merusak Jokowi?," di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/2). Banyak hal yang diceritakan Pramono. Misalnya terkait hubungan personel Megawati dan Jokowi.
Menurut Pram, ketika mendatangi rumah Megawati yang juga mantan presiden itu, ada waktu makan bareng antara Megawati, Jokowi, kader PDIP dan para tamu yang ada. Menu makanan yang ada di meja makan sendiri cukup beragam. Namun, kata Pram, Jokowi memakan makanan paling enak di dunia.
"Bisanya beberapa kali kita makan di rumah Ibu Mega, Jokowi makan telur dadar, paling enak di dunia," kata Pram.
Namun Pram tidak menceritakan siapa yang memasak telur dadar kesukaan Jokowi itu. Tapi yang jelas, jika Jokowi mendatangi rumah Mega, dia selalu memakan masakan telur dadar. Setelah menceritakan kesukaan masakan Jokowi, Pram kemudian menceritakan tentang hubungan Jokowi dan Mega. Menurut Pram, hubungan insan ini adalah ada dua bentuk meski Jokowi menjadi Presiden.
"Ada hubungan personal dan ada hubungan kenegaraaan. Kalau hubungan personal, Ibu Mega panggil pak Jokowi "Dik". Tapi kalau hubungan kenegaraan, Ibu Mega manggilnya "Pak"," katanya.
Tak hanya itu, Pram juga menambahkan bahwa Megawati tak pernah melakukan intervensi terhadap kebijakan yang dikeluarkan Jokowi. Hal itu misalnya dapat dilihat saat Jokowi menyeleksi menteri-menterinya. Begitu juga dengan terbentuknya rumah transisi yang tidak pernah didatangi oleh Megawati. Jadi, kata Pram, jika ada kolompok-kolompok tertentu yang ingin memisahkan antara Jokowi dan Megawati hal tersebut tidak akan terealisasi.
"Bahwa kepala negara itu adalah Jokowi dan orang seperti Ibu Mega yang taat pada konstitusi. Karakter Jokowi adalah pasti dia akan tawaduk. Tidak akan pernah memisahkan Megawati dan Jokowi," katanya. (hur)