Di Depan Ribuan Pemuda Muhammadiyah, JK Sebut Dakwah Islam Indonesia Menggembirakan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 26 November 2018
Di Depan Ribuan Pemuda Muhammadiyah, JK Sebut Dakwah Islam Indonesia Menggembirakan

Wapres Jusuf Kalla dan Presiden Jokowi (Foto ANTARA/Rosa Panggabean)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidatonya pada pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta mengatakan dakwah Islam di Indonesia selalu dilakukan dengan cara yang menggembirakan.

"Bangsa Indonesia ini kita kenal semuanya sebagai negara dengan umat muslim terbesar, tapi dalam dakwahnya selalu menyesuaikan dan menggembirakan," kata Wapres di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (26/11).

Oleh sebab itu, kata Wapres, pemuda Muhammadiyah termasuk organisasi kepemudaannya meskipun mengenakan seragam dan topi baret merah tentunya harus menggembirakan dan tidak menakutkan dalam melakukan dakwah Islam tersebut.

Ia juga mengatakan dakwah yang menggemberikan sudah menjadi sejarah bangsa ini, sebab di Indonesia tidak ada gambar-gambar keislaman yang memakai pedang, hal itu berbeda dengan di negara Timur Tengah yang memakai gambar pedang.

"Itu menandakan bahwa dakwah mereka berbeda dengan cara kita di negeri ini yang nengutamakan kultural sambil berdakwah, meyakinkan dengan mengembirakannya dan bukan dengan menakutkannya," kata Wapres.

"Dan itulah ciri khas Islam di Indenesia, oleh karena itu kita harus melanjutkan itu, bahwa berdakwah tidak perlu menakutkan tidak perlu didorong dan memaksakan. Apalagi dakwah itu memang suatu upaya untuk kemajuan bersama," kata Wapres.

Jusuf Kalla menambahkan, dengan dakwah Islam yang menggembirakan itu, tentunya berdampak pada kemajuan agama terbesar di Indonesia, hal itu bisa diukur dari makin banyaknya jumlah masjid dan mushala serta jamaah yang melaksanakan ibadah shalat.

"Kemudian orang haji itu dulu bayar langsung berangkat, sekarang butuh 20 sampai 40 tahun, itu menandakan adanya kemajuan agama yang tinggi. Begitu juga puasa dan shalat tarawih saat Ramadhan itu menandakan dakwah berhasil dan maju dengan baik," katanya.

Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah yang diikuti ribuan peserta dan peninjau dari masing-masing Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah seluruh Indonesia pada 25-28 November 2018 itu mengambil tema "Menggembirakan Dakwah Islam, Memajukan Indonesia".

"Tentunya harapan kita semua Muktamar ini disamping bisa mengevaluasi apa yang dilaksanakan kepengurusan sebelumnnya (PP Pemuda Muhammadiyah) tentu merancang apa yang akan dilakukan di masa depan," katanya.

#Jusuf Kalla #Muhammadiyah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Ketum Muhammadiyah Berpesan Jaga Komitmen Nilai Muhammadiyah
Meminta seluruh peserta Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah menjaga komitmen terhadap nilai-nilai dasar Muhammadiyah.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Ketum Muhammadiyah Berpesan Jaga Komitmen Nilai Muhammadiyah
Indonesia
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
: Muhammadiyah DIY meluncurkan Komunitas KucingMu sebagai wadah dakwah pecinta hewan. Uniknya, ada KTAM khusus kucing yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
Indonesia
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Delegasi Indonesia ke Iran tersebut merupakan perwakilan bangsa Indonesia yang diutus Presiden Prabowo Subianto untuk mengunjungi Iran, sebagai negara sahabat bagi Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Indonesia
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
JK membeberkan hasil pertemuan dengan Prabowo. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan proyek energi nasional bernilai hingga Rp 70 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
Indonesia
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang uji materiil UU Peradilan Agama terkait sidang isbat Ramadan. Kader Muhammadiyah menggugat Pasal 52A yang dianggap diskriminatif terhadap metode hisab.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Indonesia
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
PSI beralasan kasus yang menyeret Grace bukan urusan partai karena melibatkan pernyataan yang menjadi tanggung jawab pribadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
Indonesia
Disinggung Jusuf Kalla soal Peran Jadi Presiden, Jokowi: Saya Bukan Siapa-siapa, Cuma Orang Kampung
Presiden ke-7 RI, Jokowi, menanggapi statement Jusuf Kalla. Ia menyebut bahwa Jokowi menjadi presiden berkat dirinya.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Disinggung Jusuf Kalla soal Peran Jadi Presiden, Jokowi: Saya Bukan Siapa-siapa, Cuma Orang Kampung
Indonesia
JK: Kasih Tahu Termul-Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!
Istilah termul yang digunakan JK itu merujuk kepanjangan dari Ternak Mulyono. Adapun, Mulyono merupakan nama masa kecil Jokowi yang akhirnya diganti oleh orang tuanya karena sering sakit-sakitan
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
 JK: Kasih Tahu Termul-Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!
Indonesia
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM
Politikus Gerindra Wihadi Wijanto menegaskan APBN Indonesia masih kuat dan mampu menahan dampak kenaikan energi global, merespons usulan Jusuf Kalla soal kenaikan BBM.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 April 2026
Waka Banggar DPR dari Gerindra Pertanyakan Motif JK Usul Naikkan Harga BBM
Indonesia
Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan
Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan pihaknya tidak mau berspekulasi soal sosok orang besar di balik ijazah palsu.
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
Diminta Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Jokowi: Pihak yang Menuding Membuktikan
Bagikan