MERAHPUTIH.COM - PENASIHAT Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan membongkar praktik pungutan liar (pungli) yang mengintai para pedagang kaki lima (PKL) di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan.
Praktik pungli itu diketahui August dari keluhan para PKL yang sudah berlangsung lama.
"Sampai saat ini banyak keluhan dari PKL tadi atau pedagang kecil di Taman Margasatwa Ragunan. Ada banyak pungli terhadap PKL itu. Ini saya tidak sebutkan dari mana atau mungkin siapa yang jadi korbannya, tapi itu dari dulu seperti itu," kata August, Kamis (5/3).
Ia bahkan sampai mempertanyakan apakah terdapat pihak lokal atau oknum dalam Pemerintah DKI Jakarta yang terlibat melakukan pungli terhadap para PKL di sana. "Apakah di situ ada permainan akamsi, atau mohon maaf orang dalam, nah ini mohon dibasmi," ucapnya.
Baca juga:
PSI Kritik Rencana Proyek Monorel Ragunan-Setu Babakan Jakarta
Pernyataan August itu ia lontarkan saat rapat kerja (raker) Pra-RKPD 2027 yang juga dihadiri Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Endah Rumiyati.
"Saya dengan tegas ini, Ibu Endah, kapan waktu saya akan berkunjung lagi ke sana, kalau masih ada pungli, saya laporkan kembali," ujarnya.
August juga memaparkan jenis-jenis pungli ‘kreatif’ yang dilakukan terhadap para PKL di sekitar TMR. Salah satunya mewajibkan kepemilikan kartu khusus PKL sebagai tanda pedagang terkait berjualan di wilayah tersebut.
"Itu cara-cara punglinya juga kreatif. Ada yang gimana caranya dapat kartu pedagang gitu ya, kartu PKL, ada juga yang supaya mendapatkan seragam. Nah, ini dikelola dengan kreatif seolah-olah itu resmi. Saya mau tanyakan apakah memang sampai sebegitunya pengaturan di Taman Margasatwa Ragunan," pungkasnya.(Asp)
Baca juga: