Headline

Derita Para Mahasiswa Sulteng di Yogyakarta: Puasa Makan Demi Bertahan Hidup

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 04 Oktober 2018
Derita Para Mahasiswa Sulteng di Yogyakarta: Puasa Makan Demi Bertahan Hidup

Para mahasiswa Sulteng di Yogyakarta membuka posko bantuan (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Para mahasiswa Sulawesi Tengah (Sulteng) yang sedang kuliah di Yogyakarta mulai kesulitan uang. Kiriman bulanan terhenti pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala pada 28 September 2018.

Mereka terpaksa menahan lapar dan menumpang hidup di indekos mahasiswa lainnya. Adapula mahasiswa yang menumpang di Posko Peduli Sulteng yang dibuka oleh mahasiswa Sulteng di Yogyakarta.

Panitia Posko Peduli Sulteng-Yogyakarta, Ardiansyah Ahmad mengatakan sebagian besar mahasiswa masih menggantungkan hidupnya dari kiriman orang tua. Usai bencana terjadi, persediaan uang mereka mulai menipis. Namun disisi lain mereka harus membayar uang bulanan indekos, biaya kuliah serta biaya hidup sehari-hari.

"Ada beberapa orang yang sudah diusir dari kosan karena ga mampu bayar uang bulanan," kata Ardi di Posko Peduli Sulteng di Jalan Bintaran, Yogyakarta, Kamis (4/10).

Para mahasiswa yang diusir terpaksa menginap di rumah teman-teman atau sanak saudaranya. Ada pula yang nekat pulang ke kampung halaman dengan membawa uang yang pas-pasan.

Para Mahasiswa Sulteng yang terusir dari Kosan
Mahasiswa Sulteng yang terusir dari kos-kosan bertahan menumpang di tempat teman (MP/Teresa Ika)

Untuk menyambung hidup, mereka makan seadanya. Bahkan ada beberapa yang menahan lapar demi menghemat uang. Ada juga yang bertahan hidup karena dapat bantuan makananan dan uang dari teman-temannya.

"Untuk uang SPP, mereka juga belum bisa membayarnya. Ada yang berencana cuti satu semester untuk menghindari beban biaya,"jelasnya.

Di sisi lain ada banyak mahasiswa yang belum bisa berkomunikasi dan mengetahui kondiai sanak keluarganya. Mereka masih cemas menanti kabar dari keluarga.

Usai gempa dan tsunami, para mahasiswa satu persatu mendatangi Posko Peduli Sulteng yang terletak di Asrama Mahasiswa Sulteng di Jalan Bintaran Yogyakarta. Mereka berkumpul bersama mahasiswa lainnya untuk meredakan duka dan gundah gulana yang dirasakan.

Ketua Posko Peduli Sulteng Yogyakarta Hendrawan mengatakan posko peduli Sulteng menyediakan tempat tinggal sementara dan makan gratis bagi mahasiswa yang terdampak bencana.

"Kami mendapat bantuan makanan dari pemerintah, asosiasi catring dan LSM. Pemerintah juga akan membangun dapur umum di sini,"jelas dia.

Ia menambahkan Wifi gratis sudah dipasang oleh Dinas Komunikasi dan Informasi kemarin. Tim relawan posko peduli Sulteng segera menggunakannya untuk melacak keberadaan keluarga serta berkomunikasi dengan relawan lainnya yang sudah berada di lokasi bencana.

"Kami juga dapat banyak bantuan dan sumbangan dari warga Yogyakarta. Pemda DIY turut perhatian membantu kami,"jelasnya.

Hingga kini uang sumbangan yang terkumpul di posko peduli Sulteng-Yogyakarta lebih dari Rp200 juta.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Dihantam Masalah, Fadli: Prabowo Tak Akan Mundur dari Pilpres 2019

#Gempa Palu #Mahasiswa #BPBD DI Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
PDIP Tanggapi Isu Mahasiswa UBK Terima Uang, Singgung Peran Gibran
PDIP menyoroti dugaan mahasiswa UBK yang menerima uang usai bertemu Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
PDIP Tanggapi Isu Mahasiswa UBK Terima Uang, Singgung Peran Gibran
Indonesia
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
data serta peta sebaran potensi likuefaksi yang dirilis ini diharapkan dapat menjadi rujukan fundamental bagi jajaran pemerintah daerah setempat dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
Indonesia
Ogah Program MBG Dikorupsi, Wapres Gibran Rakabuming Ajak Mahasiswa Jadi Mata-Mata Pemerintah
Pembenahan menyeluruh lini distribusi logistik diharapkan mampu menutup celah manipulasi laporan keuangan tingkat bawah.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Ogah Program MBG Dikorupsi, Wapres Gibran Rakabuming Ajak Mahasiswa Jadi Mata-Mata Pemerintah
Indonesia
Gempa Palu, Sulteng, Korban Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak Parah
Seorang warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Gempa Palu, Sulteng, Korban Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak Parah
Indonesia
Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Akibat Gempa Sulawesi Tengah, Menurut BNPB
Warga yang meninggal di Kabupaten Sigi, wilayah dengan dampak paling signifikan.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Akibat Gempa Sulawesi Tengah, Menurut BNPB
Indonesia
BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6).
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu
Indonesia
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Gempa ini dikategorikan dalam gempa dangkal yang dipicu sesar aktif.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Berita Foto
Pengamanan Kawasan Bundaran Hotel Indonesia Kawal Aksi Unjuk Rasa BEM UI
Sejumlah personel kepolisian berjaga di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jum'at (12/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 12 Juni 2026
Pengamanan Kawasan Bundaran Hotel Indonesia Kawal Aksi Unjuk Rasa BEM UI
Indonesia
Mahasiswa UI Tetap Bergerak ke Bundaran HI Meski Tertahan Aparat, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah
Massa mahasiswa UI tertahan aparat di Jalan Jenderal Sudirman saat menuju Bundaran HI. Mahasiswa tetap long march dan membawa lima tuntutan kepada pemerintah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Mahasiswa UI Tetap Bergerak ke Bundaran HI Meski Tertahan Aparat, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah
Indonesia
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Masalah sosial pendidikan di kalangan masyarakat juga bisa terselesaikan tanpa harus menunggu lama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 April 2026
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Bagikan