Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Teman Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospol Sukoharjo

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 10 Juni 2019
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Teman Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospol Sukoharjo

Rumah terduga teroris, Sugeng Riyadi (34) warga Kampung Semanggi RT 07 /RW 05, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Senin (10/6). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris atas nama Sugeng Riyadi (34) warga Kampung Semanggi RT 07/05, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/6).

Sugeng ditangkap Densus 88 Antiteror diduga terlibat kasus bom bunuh diri di pos polisi (pospol) pertigaan Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada tanggal 3 Juni.

Penangkapan Sugeng dilakukan di Jalan Tanggul Sungai Bengawan Solo Desa Jatiteken Kecamatan Mojolaban, Kecamatan Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu pukul 13.00 WIB.

BACA JUGA: Bermodal Akun Medsos, Pelaku Peledakan di Solo Berbaiat ke ISIS

Densus 88 langsung melakukan penggeledahan di rumah Sugeng yang berada di pinggir Sungai Bengawan Solo pada Minggu pukul 19.00 WIB

Ketua RT 07, Supardi (54), membenarkan ada warga RT 07 bernama Sugeng yang ditangkap Densus 88 pada Minggu siang. Ia pun mengaku dicari polisi pada malam hari untuk menjadi saksi penggeledahan di rumah Sugeng.

"Saya lihat ada sekitar tujuh polisi berseragam hitam melakukan penggeledahan di dalam rumah Sugeng selama 15 menit" kata Supardi saat ditemui Merahputih.com di rumahnya, Senin (10/6).

Densus 88 mengamankan satu unit ponsel dan sepeda motor. Sugeng dibawa Densus 88 ke Polda Jateng bersama barang bukti ponsel. Sementara sepeda motor masih diamankan ke Mapolsek Mojolaban, Sukoharjo.

"Sugeng itu orangnya pendiam dan jarang bersosialisasi dengan warga. Pekerjaannya kalau pagi jualan baju dan topi di Pasar Notoharjo (Pasar Klitikan) Solo. Siangnya kerja di pabrik Sablon tak jauh dari rumahnya," kata dia.

Sri Rejeki memberikan keterangan terkait penangkapan Sugeng Royadi di rumahnya, Senin (10/6). (MP/Ismail)

Sementara itu, Orang tua Sugeng, Sri Rejeki (60), mengatakan Sugeng merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Sugeng memang orangnya pendiam berbeda dengan saudara yang lain. Temannya Sugeng banyak dari luar Solo.

"Saya dapat informasi Sugeng ditangkap polisi karena temannya (Rofik Asharuddin) terlibat bom bunuh di Kartasura," kata Sri saat berbincang dengan Merahputih.com di rumahnya.

Sri menjeskan Rafik (pelaku bom bunuh diri) pernah berkunjung ke rumah Sugeng sebelum kejadian bom di Kartasura. Soal waktu, Sri mengaku lupa.

"Saat kejadian bom itu Sugeng di rumah terus. Bahkan tidak jualan di pasar. Keluar rumah hanya salat saja. Saya kurang tahu tingkah lakunya pada waktu itu berbeda dengan hari biasanya," kata dia.

BACA JUGA: Komunikasi Pelaku Bom Solo dengan 'Sel Tidur'

Sugeng sudah punya istri dan dua anak. Anak pertama berusia 4 tahun. Sementara anak kedua baru berusia 25 hari.

Kapolsek Mojolaban Polres Sukoharjo, AKP Priyono membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di wilayah hukum Polsek Mojolaban pada Minggu siang.

"Saya hanya bertugas membantu Densus 88 saja. Selebihnya silahkan tanya ke Kabid Humas Polda Jateng saja," tutur dia. (Ism)

#Densus 88
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Buru Gerombolan Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah Sukoharjo
Densus 88 dan Jatanras turun tangan mengusut kasus pembakaran warung mi babi di Sukoharjo. Simak kesaksian mencekam korban di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Densus 88 Buru Gerombolan Pelaku Pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah Sukoharjo
Indonesia
Eks JI 28 Provinsi Gabung NKRI, tak Ada Ruang Kebangkitan Kelompok Ekstremis
Densus 88 Antiteror Polri mencatat seluruh struktur keanggotaan JI di 28 provinsi di Indonesia telah melaksanakan deklarasi pembubaran diri secara total.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Eks JI 28 Provinsi Gabung NKRI, tak Ada Ruang Kebangkitan Kelompok Ekstremis
Indonesia
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Densus 88 menyatakan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Penanganan kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Indonesia
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Ledakan diduga bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 menyebut pelaku merupakan siswa berinisial R (17).
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Indonesia
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Penyidik kini menelusuri nomor telepon yang digunakan untuk mengirim pesan WhatsApp serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Indonesia
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Warga agar tidak turut menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya guna mencegah timbulnya keresahan di ruang publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Indonesia
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan terpaksa harus dihentikan, karena adanya ancaman bom.
Frengky Aruan - Senin, 13 Juli 2026
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Densus 88 mengungkapkan, sebanyak 70 anak di 19 provinsi terpapar konten kekerasan ekstrem.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Bagikan