Pilpres 2019

Demokrat Tak Terima SBY Dituduh Lakukan Propaganda Lawan Umat Islam

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 04 April 2019
 Demokrat Tak Terima SBY Dituduh Lakukan Propaganda Lawan Umat Islam

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menampik tudingan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra kepada Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lantaran melakukan propaganda melawan umat Islam.

Menurut Jansen, bahwa tuduhan itu belum diketahui juga kebenarannya, apalagi Habib Rizieq Shihab (HRS) menyebut bahwa selama ini Imam Besar FPI itu tidak menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai alat komunikasinya selama di Arab Saudi.

Lanjut dia, jangan sampai tuduhan propaganda itu dapat merusak nama baik SBY.

Jansen Sitindaon menyatakan Habib Rizieq tak punya WA selama di Arab Saudi
Politisi Demokrat Jansen Sitindaon bantah chat Yusril Ihza Mahendra dengan Habib Rizieq (MP/Asropih)

"Itukan katanya itu chat nya ngak bener katanya Habib Rizieq Shihab nggak pake WA di Arab, kan gitu. Jadi buktikan aja dulu itu chat bener atau tidak, jangan-jangan hanya untuk merusak nama baik pak SBY," ujar Jansen di Resto Ajag Ijig, Gambir, Jakarta Pusat, kamis (4/4).

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) ini juga meminta aparat penegak hukum menyelidiki terkait persoalan kasus tersebut. Menurut Jansen, hal itu dilakukan agar opini masyarakat tak menjadi salah memandang sosok SBY.

BACA JUGA: Kunjungan ke Yogyakarta, AHY Bungkus Pisang Goreng dan Jadah Tempe

Sandiaga Uno: Kalau 2019 Listrik Tidak Turun Sungguh Terlalu

KPK Bantarkan Penahanan Eks Ketum PPP Romahurmuziy di RS Polri

Apalagi, kata dia, SBY masuk dalam bagian Wise Person Council bersama mantan Presiden Turki Abdullah Gul di Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang bertugas memberikan pandangan dan nasihat kepada OKI tentang bagaimana mengelola masalah Islam sedunia.

Oleh karena itu, menurut Jansen, sangat mustahil orang tua dari dua politikus muda itu menodai apa yang selama ini diperjuangkan dalam melindungi agama Islam.

"Dari pemerintahan beliau dekat dengan ulama nggak pernah ada kriminalisasi hari ini posisi beliau penasihat OKI. Lahirnya sudah di pesantren ngak mungkin lah pak SBY dituduh itu ngawur itu kalau menuduh pak SBY melakukan propaganda melawan Islam. Itu tidak benar," tutupnya.(Asp)

#Partai Demokrat #Susilo Bambang Yudhoyono #Yusril Ihza Mahendra #Habib Rizieq
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Indonesia
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Kasus Mary Jane Veloso akhirnya menemui titik terang setelah Presiden Filipina memberikan pengampunan mutlak. Simak alasan Pemerintah RI menghormati keputusan ini dan kesepakatan di baliknya!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Indonesia
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Menko Yusril tegaskan sanksi berat bagi oknum terkait dugaan sel mewah Lapas Cibinong temuan Ombudsman. "Jangan ada dusta!" Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Indonesia
Menko Yusril Persilakan Media Liput Lapas Cibinong Buktikan Sendiri Tuduhan Sel Napi Sultan
Menko Yusril Ihza Mahendra persilakan media buktikan temuan Ombudsman soal sel mewah berfasilitas apartemen di Lapas Cibinong. Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Menko Yusril Persilakan Media Liput Lapas Cibinong Buktikan Sendiri Tuduhan Sel Napi Sultan
Indonesia
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Menko Yusril Ihza Mahendra persilakan KPK periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Olahraga
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
PBV Paja One menjadi juara AHY Cup 2026 di Jakarta Timur. AHY mendorong kompetisi voli ini berlanjut sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet muda.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
Indonesia
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Pemerintah menelusuri pihak yang merekrut 8 WNI yang diduga awalnya ditawari pekerjaan sebelum diarahkan mengikuti dinas militer Rusia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Indonesia
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Kasus 8 WNI yang diduga direkrut menjadi tentara Rusia mendapat perhatian pemerintah. Yusril meminta masyarakat waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Bagikan