Demi Jaga Solidaritas, Panglima TNI Rancang 'Diplomasi Kopi' dengan Polri

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 11 Desember 2017
Demi Jaga Solidaritas, Panglima TNI Rancang 'Diplomasi Kopi' dengan Polri

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan). (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dalam rangka meningkatkan solidaritas antara TNI dan Polisi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berencana akan melakukan 'Diplomasi Kopi'.

"Mari kita ngopi bareng. Ada tiga pilihan, mau di darat, laut atau di udara. Kita akan siapkan alutsistanya," kata Panglima TNI seperti dilansir Antar, Senin (11/12).

Ia berpendapat, kebersamaan antara TNI dan Polri harus tetap dijaga, namun tidak hanya tatanan di tingkat pimpinan, melainkan juga di satuan bawah.

Menurut dia, ngopi bareng yang akan dilakukan merupakan kegiatan positif agar seluruh prajurit bisa melihat bahwa TNI dan Polri solid.

"Akan kita inplementasikan dalam kegiatan-kegiatan di wilayah, mendukung kepolisian contoh Operasi Tinombala di Papua, semua akan kita laksanakan dengan koordinasi yang baik sehingga semuanya bisa berjalan dan terukur dengan baik.

"Saya juga minta izin kepada Kapolri, kalau ada kunjungan ke daerah saya akan mampir ke polres-polres untuk melaksanakan ibadah Salat atau sekadar istirahat. Ini salah satu upaya untuk mempererat hubungan TNI/Polri, sehingga ke depan kegiatan di lapangan akan lebih mudah. Kuncinya adalah koordinasi dan komunikasi," katanya.

Hadi pun mengucapkan terima kasih kepada Kapolri yang berkunjung ke Mabes TNI dan mengucapkan selamat atas jabatannya sebagai Panglima TNI.

"Hal seperti ini yang kita idamkan. Pertemuan seperti ini harus dilakukan setiap ada kesempatan, saya ada dan kapolri ada kesempatan. Pertemuan ini tidak hanya seremonial saja, tapi perlu diturunkan hubungan baik ini dengan satuan bawah," tutur Panglima TNI.

Di tempat yang sama, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, mengatakan, dirinya mengucapkan selamat kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang telah mengemban amanat baru sebagai Panglima TNI.

Kapolri mengatakan, TNI adalah mitra paling penting karena TNI institusi terbesar di seluruh Indonesia. Soliditas TNI dan Polri sangat penting karena dua pilar ini bagian utama yang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Kita datang memberikan komitmen untuk senantiasa bersinergi dan makin dekat dengan TNI. Kemudian kami sepakat dengan Panglima TNI kegiatan ini sekaligus 'sending message' kepada seluruh jajaran, termasuk jajaran kepolisian. Nanti ada kegiatan lanjutan dalam bentuk 'video conference', kita kumpulkan seluruh kepala kesatuan kewilayahan, komandan wilayah sehingga mereka paham apa yang dikehendaki oleh Panglima TNI dan pimpinan polri sehingga bisa paralel," ucapnya. (*)

#Hadi Tjahjanto #Panglima TNI #Tito Karnavian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Santer Jadi Calon Panglima TNI, Ini Kata KSAD Maruli Simanjuntak
Maruli menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 29 November 2023, menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang kini menjadi Panglima TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Santer Jadi Calon Panglima TNI, Ini Kata KSAD Maruli Simanjuntak
Indonesia
TNI Kenakan Pakaian Dinas Upacara Baru, Dipenhi Unsur Budaya Indonesia
Model PDU ini memiliki unsur yang kental dengan kebudayaan karena berbentuk beskap atau seperti pakaian adat pria dengan kerah menutupi sampai leher.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
TNI Kenakan Pakaian Dinas Upacara Baru, Dipenhi Unsur Budaya Indonesia
Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Indonesia
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Mensesneg juga menyampaikan rapat yang membahas keamanan dan ketertiban itu juga diarahkan untuk persiapan Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Langkah cepat dinilai penting agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran gaji pegawai yang berujung pada terganggunya pelayanan publik. 

Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Indonesia
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Kerja sama tersebut dibutuhkan, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta penguatan pertahanan negara.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Indonesia
Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kepala BIN Kumpul di Peringatan Harkopnas 2026
Mereka terlihat tersenyum sambil memperagakan salam komando sebagai simbol kebersamaan. 

Dwi Astarini - Minggu, 12 Juli 2026
Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kepala BIN Kumpul di Peringatan Harkopnas 2026
Indonesia
30 Persen Warga Papua Belum Punya Hunian Layak, Mendagri Tito Ajak Swasta Turun Tangan
Sebanyak 30 persen warga Papua belum memiliki hunian layak. Mendagri Tito Karnavian pun mengajak swasta untuk ikut turun tangan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
30 Persen Warga Papua Belum Punya Hunian Layak, Mendagri Tito Ajak Swasta Turun Tangan
Bagikan