Deklarasi Kemenangan Prabowo Berpotensi Timbulkan Kekacauan

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 19 April 2019
Deklarasi Kemenangan Prabowo Berpotensi Timbulkan Kekacauan

Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan dalam Pilpres 2019. Foto: MP/Ponco Sulaksono

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Komite Nasional Garda Nawacita Abdullah Kelrey menilai, klaim dan deklarasi kemenangan Prabowo-Sandi hanyalah ajang tipu-tipu belaka. Apalagi, lanjut Kelrey, sampai membawa nama-nama lembaga survei internal.

"Bagi saya apa yang mereka lakukan hanya tipu-tipu belaka, makanya untuk menutupi kekurangan dan tipu-tipu mereka. Segala cara dilakukan, salah satunya adalah membuat opini agar rakyat khusus nya pengikut mereka tidak percaya kepada lembaga survei resmi," kata Kelrey kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (19/4).

Ketua Komite Nasional Garda Nawacita Abdullah Kelrey

Kelrey menambahkan, lembaga survei Indonesia Network Election Survei (INES) yang dipakai Prabowo kerap memberikan informasi yang tak akurat.

"Mari kita review klaim kemenangan yang di bongkar oleh mantan direktur INES. Pada tahun 2014 lalu, mantan direktur INES bongkar kebohongan klaim kemenangan Prabowo Subianto dan Hatta. INES merupakan lembaga survei alat propaganda Partai Gerindra dan capresnya Prabowo Subianto," imbuh Kelrey.

Publikasi survei tersebut, INES menyatakan elektabilitas Prabowo-Hatta 54,3 persen, mengalahkan Jokowi-JK yang hanya memperoleh suara 37,6 persen. Direktur Eksekutif INES Sudrajat Sacawisastra mengklaim survei dilakukan pada 25 Juni hingga 2 Juli 2014.

Lalu, sebelumnya dalam konfrensi pers capres Prabowo Subianto mengklaim menang 62 persen berdasarkan real count internal. Prabowo pun melakukan sujud syukur.

Prabowo sujud syukur dan mengklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Oleh sebab itu, Kelrey meminta Prabowo menghentikan propaganda yang dinilainya hanya membangkitkan emosi pendukung hingga berpotensi membuat kekacauan.

"Lebih baik Prabowo dan kelompoknya menunggu hasil resmi dari KPU. Kita lihat saja siapa yang nanti menang," pungkas Kelrey. (Knu)

#Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Kasus dugaan penyadapan Prabowo menjadi sorotan. Istana meminta Polri mengusut perkara tersebut secara transparan dan tidak menutupi fakta.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Indonesia
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Kepala BIN, Muhammad Herindra, menemui Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana. Hal itu di tengah dugaan penyadapan ilegal yang mengarah ke makar.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Indonesia
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Kasetpres, Letjen TNI Ariyo Windutomo, ditunjuk menjadi Plt Kepala KSP menggantikan Listyo Sigit. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Indonesia
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Mensesneg, Prasetyo Hadi, mempertanyakan motif penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Indonesia
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Listyo Sigit Prabowo resmi dicopot dari KSP, setelah menjadi tersangka penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Indonesia
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo lewat server LIMS Polri bikin heboh. Apa itu LIMS dan gimana cara kerjanya? Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Indonesia
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Polri tetapkan KSP Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP) & 7 anggota polisi sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo. Cek rincian kasusnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 03 November 2026
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Indonesia
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) buka suara alasan absen saat dicari Presiden Prabowo. KDM mengaku fokus memimpin pemadaman karhutla Gunung Ciremai.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening. Simak target dan kriteria penerimanya.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Indonesia
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Presiden Prabowo Subianto curi perhatian publik saat mencari keberadaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang absen di acara Rakornas TPAKD. Simak momen uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Bagikan